TTG Nasional XVII di Mataram Berlangsung Meriah

MATARAM, Lomboktoday.co.id – Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke-XVIII tahun 2016, di halaman Islamic Center Kota Mataram, berlangsung meriah.

GUNTING PITA: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo didampingi Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menggunting pita pada acara pembukaan TTG Nasional ke-XVIII tahun 2016, di halaman Islamic Center Kota Mataram.

GUNTING PITA: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo didampingi Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat menggunting pita pada acara pembukaan TTG Nasional ke-XVIII tahun 2016, di halaman Islamic Center Kota Mataram.

Acara yang dihadiri sekitar 3.000 orang ini merupakan gelaran TTG Nasional pertama kali diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, dimana perhelatan TTG sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT RI, Ahmad Erani Yustika melaporkan, penetapan tuan rumah TTG Nasional di Provinsi NTB berdasarkan kesepakatan bersama pada rapat koordinasi tanggal 18 Oktober 2015 di Kota Banda Aceh, yang dihadiri oleh kepala Badan Pembangunan Masyarakat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.

‘’Gelar TTG merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memasyarakatkan inovasi hasil teknologi tepat guna yang tersebar di seluruh daerah di Idonesia. Selain itu, TTG dapat dijadikan sebagai ajang promosi dan pertukaran informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di desa,’’ katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi menyampaikan, sebagai suatu bangsa perlu banyak perjumpaan atau silaturahmi untuk mengenal satu sama lain. Apalagi dengan gelaran teknologi ini akan hadir penemuan-penemuan dari anak-anak negeri.

‘’Dengan banyaknya TTG yang dilahirkan oleh anak-anak muda kita, Insya Allah hal itu menunjukkan bangsa kita memiliki banyak potensi kebaikan,’’ kata gubernur saat memberikan sambutan selamat pada gelar TTG Nasional ke-XVIII tahun 2016.

Gubernur juga menyampaikan, sebagai bangsa yang memiliki keragaman suku, adat, budaya dan agama penting untuk saling mendoakan, saling mendukung, dan saling mengokohkan satu sama lain.

Gubernur menegaskan, agama tidak hanya dimaknakan sebagai pengalaman personal, tapi menjadi modal untuk membangun daerah yang kita cintai. ‘’Walaupun NTB dilihat sebagai daerah yang mayoritas muslim (sekitar 93 persen warga NTB memeluk agama Islam), tapi Alhamdulillah kehidupan keagamaannya terjalin dengan harmonis. Semua pemeluk agama bisa beribadah dengan tenang, saling menghormati dan berempati satu sama lain,’’ ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, gubernur kembali menekankan untuk memperbanyak perjumpaan dalam konteks yang baik. ‘’Jika kita ingin maju, mari membuka ruang sebanyak-banyaknya bagi para cendekiawan, inventor dan penemu-penemu untuk membangun Indonesia lebih baik. Mudah-mudahan semua penemuan-penemuan atau karya teknologi tepat guna bisa digunakan untuk membangun desa berbasis teknologi,’’ pungkasnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, Indonesia adalah bangsa yang dikaruniai banyak berkah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

‘’Kita dikaruniai lahan tropis nomor dua terbesar di dunia, garis pantai terbesar nomor dua di dunia, jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia, menjadi negara demokrasi terbesar nomor tiga, suku budaya salah satu terbesar di dunia. Jika di dunia ada kurang lebih 5.000 suku bangsa dan adat istiadat, 1.200 ada di Indonesia,’’ kata Eko Putro Sandjojo.

Indonesia termasuk ke dalam negara dengan kekuatan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia. Di Negara Eropa saja, begitu banyak negara maju namun hanya empat negara yang masuk G-20 yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Perancis.

G-20 atau kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok 20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.

‘’Jika kita bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi seperti ini, diperkirakan Indonesia akan mencapai kekuatan nomor lima sampai tujuh di dunia. Kita bisa melakukan pertumbuhan ekonomi karena kita telah berhasil melepas diri dari penjajahan di Indonesia, kita berhasil melepas diri dari negara penjajah karena kita semua bersatu dan kita bisa menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 16 didunia,’’ ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, ia berharap mudah-mudahan teknologi ini juga bisa menyebarkan informasi lebih besar, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa bisa dijaga dan kedepannya Indonesia bisa menjadi Negara yang besar.

‘’Mari gunakan inovasi ini untuk lebih mempercepat pembangunan desa. Karena desa bisa menjadi motor pembangunan, mudah-mudahan teknologi bisa mempercepat pembangunan di desa-desa,’’ ujarnya.

Gelaran TTG Nasional ke-XVIII tahun 2016 memberikan penghargaan kepada sembilan gubernur, delapan bupati, dan empat walikota antara lain gubernur NTB, gubernur Kepulauan Riau, gubernur Lampung, gubernur Jawa Tengah, gubernur Kalimantan Timur, gubernur Sulawesi Selatan, gubernur Riau, gubernur Sumatera Barat, dan gubernur Jawa barat.

Delapan bupati, antara lain bupati Lombok Timur, bupati Lampung Timur, bupati Pati, bupati Wajo, bupati Batang, bupati Tanah Datar, bupati Pelalawan, bupati Bandung Barat. Empat walikota, antara lain walikota Tanjung Pinang, walikota Balikpapan, walikota Batam, walikota Jakarta Barat.

Serangkaian acara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk pengelolaan dana desa.(ar/wan/bul/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply