Keluarga dan Relawan Buni Yani Gelar Zikir dan Doa

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Keluarga besar dan relawan Buni Yani menggelar zikir dan doa bersama, di rumah orangtua Buni Yani, di Dusun Peteluan, Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, Sabtu malam (26/11). Meski diguyur hujan lebat, namun prosesi zikir dan doa itu berlangsung khidamat dalam suasana yang haru dan penuh kekeluargaan.

ZIKIR DAN DOA: Kegiatan zikir dan doa bersama di rumah orangtua Buni Yani, di Dusun Peteluan, Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

ZIKIR DAN DOA: Kegiatan zikir dan doa bersama di rumah orangtua Buni Yani, di Dusun Peteluan, Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Terlihat sejumlah tuan guru, tokoh masyarakat dan pemuda turut menghadiri zikir dan doa bersama tersebut. Zikir dan doa itu dipimpin langsung oleh TGH Lalu Anas Hasyri. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian tausiyah kepada jamaah yang datang menghadiri zikir dan doa tersebut.

‘’Apa yang dialami saudara kita Buni Yani ini merupakan ketentuan Allah, karena dialah yang mengatur segala sesuatu di atas dunia ini. Kepada pihak keluarga, hendaknya tabah dan bersabar, karena di balik semua ini tentu ada hikmahnya,’’ kata TGH L Anas Hasyri.

Anggota dewan Muhtasyar PB NW ini menjelaskan, kalau pada posisi agama, tentu Buni Yani tidak bersalah, melainkan yang bersangkutan adalah korban. Tapi, hendaknya bersama-sama mengambil pelajaran dari kasus yang menimpa Buni Yani ini.

Pihaknya memang sangat menyayangkan hukum yang ada di negeri ini, dimana yang benar dikatakan salah dan begitu juga sebaliknya. Meski begitu, ia mengajak semua elemen di daerah ini hendaknya tetap berdoa sambil memohon kepada Allah agar permasalahan yang dihadapi Buni Yani ini cepat selesai dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga besarnya.

‘’Yang jelas, dunia ini adalah panggung sandiwara, karena ada yang memainkan, sedangkan yang kekal adalah di akhirat kelak. Allah tidak diam, dan tentunya akan membantu hambanya yang benar,’’ ungkapnya.

Sementara itu, ibu kandung Buni Yani, Hj Jamilah (Inaq Tuan Rohan, Red) menuturkan, kegiatan zikir dan doa ini merupakan inisiatif dari relawan Buni Yani yang ada di Desa Rensing, sehingga pihak keluarga sangat mendukung niat baik dari masyarakat untuk mendoakan putranya yang saat ini sedang menerima musibah.

Yang jelas, dari pihak keluarga meyakini bila Buni Yani tidak bersalah atas masalah ini. Karena dirinya tahu sendiri bagaimana keseharian putranya dan tidak pernah melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.

‘’Saya kaget begitu menerima telepon dari Buni Yani terhadap kasus yang dialaminya, tapi Buni Yani meminta doa agar masalahnya cepat selesai. Rencananya tahun ini Buni Yani akan berangkat menyelesaikan studi S3-nya ke Belanda, tapi tertunda karena adanya musibah ini,’’ tutur Hj Jamilah yang didampingi anak-anaknya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply