Kades Mantang Dilaporkan Warga ke Inspektorat

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Sejumlah warga Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, mendatangi kantor Inspektorat Loteng, Kamis (1/12). Aksi itu digelar tak lain untuk melaporkan Kepala Desa Mantang, Zaenal Abidin terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2013, 2014, dan 2015.

TERIMA LAPORAN: Kepala Inspektorat Loteng, Aswatara saat menerima laporan dan data terkait kasus dugaan korupsi ADD Desa Mantang, yang disampaikan oleh warga. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

TERIMA LAPORAN: Kepala Inspektorat Loteng, Aswatara saat menerima laporan dan data terkait kasus dugaan korupsi ADD Desa Mantang, yang disampaikan oleh warga. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kedatangan warga itu langsung diterima oleh Kepala Inspektorat Loteng, Aswatara, di ruang rapat kantor Inspektorat setempat. ‘’Sebelumnya kami dari warga Mantang pernah melaporkan persoalan kasus dugaan korupsi ADD ini kepada pihak Kejaksaan Negeri Praya. Tapi, sampai saat ini belum ada kejelasan informasi terkait laporan itu. Dan kami datang sekarang untuk melaporkan dan menyerahkan data terkait kasus dugaan korupsi ADD tahun 2013, 2014, dan 2015 yang dilakukan oleh oknum Kades Matang ,’’ kata M Fauzan sebelum menyerahkan laporan kepada pihak Inspektorat Loteng.

Persoalan ini juga sudah pernah dilaporkan dulu ke pihak Kejari Praya, namun waktu itu data yang disampaikan masih dianggap kurang. Sehingga pihak Kejari Praya meminta pihaknya untuk melengkapinya. ‘’Itu sebabnya sekarang kami datang untuk melaporkan secara resmi persoalan ini dan menyerahkan data yang lengkap. Dan kami minta pihak Inspektorat Loteng untuk segera turun melakukan audit,’’ ungkapnya.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Inspektorat Loteng, Aswatara mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah menerima laporan terkait persoalan yang terjadi di kantor Desa Mantang tersebut. Sehingga pihaknya mengaku tidak tahu-menahu tentang persoalan tersebut. Tapi bila ada laporan yang masuk, tentu hal itu akan dijadikan sebagai dasar untuk melakukan audit. ‘’Hasil audit itu kita akan sampaikan kepada atasan kami di Mataram,’’ katanya.

Menurutnya, jika memang persoalan itu dilaporkan sejak 2013 lalu, kanapa tidak ada laporan yang disampaikan ke pihaknya. Tapi, apabila sudah dilaporkan dan dilengkapi dengan data, maka pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan audit. ‘’Kami harus pelajari persoalan ini, baru kami akan turun untuk mengaudit,’’ ungkapnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply