Rusak dan Bakar Lahan HTI, Puluhan Warga Diamankan

DIAMANKAN: Puluhan warga Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Lotim, diamankan Polres Lotim, karena diduga telah merusak dan membakar lahan HTI milik PT Sadhana Arifnusa. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

DIAMANKAN: Puluhan warga Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Lotim, diamankan Polres Lotim, karena diduga telah merusak dan membakar lahan HTI milik PT Sadhana Arifnusa. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Ratusan warga asal Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, diduga merusak dan membakar pohon dan gudang pembibitan milik PT Sadhana Arifnusa, di Hutan Tanaman Industri (HTI) Sambelia, pada Rabu kemarin (30/11), sekitar pukul 10.00 Wita. Akibat dari perbuatan itu, sekitar 30 orang lebih warga yang diduga merusak dan membakar, langsung diamankan aparat kepolisian untuk dibawa ke Mapolres Lotim, guna proses hukum dan pembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Wingky Adithyo Kusumo melalui Kapolsek Sambelia, IPTU Zainuddin Basri saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya pembakaran dan pengerusakan yang dilakukan warga yang tidak terima dengan adanya HTI yang dikelola PT Sadhana Arifnusa itu.

Sebelum aksi itu, pihaknya sempat meminta warga untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan masyarakat itu sendiri seperti yang terjadi saat ini. Itu sebabnya puluhan warga diamankan ke Mapolres Lotim bersama barang bukti berupa senjata tajam (sajam) berbagai jelis yang digunakan untuk melakukan aksi pengerusakan.

‘’Sebelumnya kita sudah memberikan saran bersama pak camat, tapi tidak diindahkan dan justeru melakukan pengerusakan. Akibatnya, sekarang warga berurusan dengan pihak berwajib,’’ kata Zainuddin Basri.

Hal senada juga disampaikan Camat Sambelia, H Bukhari. Ia menegaskan, pihaknya sudah mengingatkan semua warga untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat tersebut. Malah sebaliknya, ia meminta warga untuk bermitra dengan perusahaan yang sudah mendapatkan ijin pengelolaan dari pemerintah, yakni PT Sadhana Arifnusa.

Cuma masyarakat belum menyepakati, dan bersikukuh ingin lahan tersebut tetap digarap oleh masyarakat tanpa harus ada campur tangan dari PT Sadhana Arifnusa. ‘’Pemerintah telah membantu memfasilitasi dengan PT Sadhana Arifnusa untuk menjadikan mitra, tapi masyarakat masih tetap belum mau melepaskan lahan yang saat ini menjadi HTI,’’ ungkapnya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply