Kedapatan Bawa Sajam, 5 Warga Diamankan Polisi

‘’Saat Berlangsungnya Eksekusi Tanah di Kelebuh’’

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Sedikitnya lima orang warga terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan diduga melakukan penghadangan saat berlangsungnya eksekusi tanah oleh Pengadilan Negeri (PN) Praya, di Dusun Embung Belek, Desa Kelebuh, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Rabu (08/12).

Kelima warga yang diamankan oleh pihak Polres Loteng itu, diantaranya; inisial JD—warga Praye Meke, SS—warga Beleke , SH dan ZS—warga Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, dan W—warga Desa Kelebuh.  Kini kelima warga itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Loteng untuk proses lebih lanjut.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Nurodin melalui Kaur Satreskrim Polres Loteng, IPDA Gede Gisiasa membenarkan adanya warga yang diamankan saat eksekusi tanah di Desa Kelebuh.

Kelima warga itu diamankan lantaran ada yang membawa sajam dan diduga melakukan penghadangan terhadap petugas saat dilakukan eksekusi. ‘’Satu ditetapkan sebagai tersangka yakni JD karena bawa sajam. Dan empat warga lainnya masih sebagai saksi dengan dugaan melakukan penghadangan terhadap petugas,’’ kata Kaur Satreskrim Polres Loteng, IPDA Gede Gisiasa kepada wartawan di kantornya, Kamis (08/12).

Saat ini, pihaknya sedang memeriksa untuk mengetahui keterlibatan kelima warga yang diamankan itu. Hal tersebut juga dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti (BB) untuk proses lebih lanjut. Pihaknya juga akan tetap melakukan proses kepada warga inisial JD terkait kasus sajamnya, karena membahayakan petugas.

Sedangkan empat warga itu masih sebagai saksi. Tapi, apabila memang sudah cukup BB, keempat warga itu bisa diproses lebih lanjut. ‘’Pasal yang dikenakan yakni pasal 212,’’ ungkapnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply