Tak Mau Diajak Kawin, Pacar Aniaya Kekasihnya

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Gara-gara tidak mau diajak kawin, seorang siswi kelas III Madrasah Aliayah (MA) di wilayah Kecamatan Selong, Lombok Timur, inisial Har dianiaya oleh pacarnya sendiri, inisial Id (21 tahun).

DIRINGKUS: Pelaku penganiayaan, inisial Id digelandang anggota Polsek Kota Selong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Foto: Samsurrijal/Lomboktoday.co.id)

DIRINGKUS: Pelaku penganiayaan, inisial Id digelandang anggota Polsek Kota Selong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Foto: Samsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Warga Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Lotim itu menganiaya kekasihnya menggunakan sabit di depan sekolahnya, pada Rabu pagi kemarin (07/12), sekitar pukul 07.00 Wita.

Akibatnya korban mengalami luka sayatan di tangannya, sehingga terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat. Sedangkan pelaku sendiri yang sempat kabur setelah melakukan aksi penganiayaan itu, berhasil diringkus anggota Polsek Selong di rumah keluarganya di wilayah Dusun Esot, Labuhan Haji.

Kasusnya langsung diserahkan penanganannya ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lotim untuk proses hukum lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Wingky Adithyo Kusumo melalui Kapolsek Kota Selong, IPTU Lalu Pancawarsa saat dikonfirmasi membenarkan bila pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya insiden penganiayaan yang dilakukan oleh  sang pacar terhadap kekasihnya yang masih duduk di bangku kelas III MA swasta di Kecamatan Selong.

Akibatnya, korban mengalami luka sayatan di tangannya. Karena oknum pelaku melakukan aksinya menggunakan sabit yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

‘’Pelaku merasa kesal terhadap korban dan keluarganya yang tidak mau diajak kawin. Itu sebabnya ia melakukan tindakan tersebut. dan kami telah menyerahkan kasusnya ke unit PPA Polres Lotim, mengingat korbannya masih anak sekolah,’’ kata Kapolsek Kota Selong, IPTU Lalu Pancawarsa kepada Lomboktoday.co.id, di kantornya, Kamis (08/12).

Insiden penganiayaan tersebut terjadi, kata Pancawarsa, karena dua hari lalu, oknum pelaku datang ke rumah korban untuk berbicara dengan orangtua korban agar diberikan persetujuan menikahi putrinya. Tapi, orangtua korban melarang dan meminta agar korban menyelesaikan dulu sekolahnya baru boleh menikah. Begitu juga dengan korban, ia tidak bersedia untuk menikah meskipun diajak kawin lari, karena ia ingin menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu.

Maka, pagi-pagi sekali (pada Rabu pagi, Red), oknum pelaku datang ke sekolah korban dan menunggu di sana. Begitu korban datang, pelaku langsung menarik korban dan mengeluarkan sabit untuk menganiaya korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku pun melarikan diri dan bersembunyi di rumah bibiknya yang merupakan tempat tinggalnya. Selanjutnya, anggota langsung mengejar dan meringkus pelaku di rumah bibiknya tanpa ada perlawanan. ‘’Pelaku sempat sembunyi, tapi akhirnya berhasil diringkus oleh petugas guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,’’ ungkapnya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply