Kantor Imigrasi Launching Unit Layanan Paspor Lotim

LOTIM, Lomboktoday.co.id – Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram melaunching keberadaan Unit Layanan Paspor di Kabupaten Lotim, yang berkantor di Pusat Pertokoan Simpang Empat BRI Cabang Selong, Rabu (28/12). Kegiatan launching itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Kanwil Kemenkum HAM Provinsi NTB, Sevial Akmili dan Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin.

POTONG PITA: Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin bersama Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Sevial Akmili saat memotong pita kantor ULP Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

POTONG PITA: Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin bersama Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Sevial Akmili saat memotong pita kantor ULP Lotim. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Tampak hadir dalam kesempatan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setrov NTB, Agus Patria mewakili Gubenur NTB, unsur Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (FKPD) Provinsi dan Kabupaten Lotim.

Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Romi Yulianto dalam sambutannya mengatakan, adanya ULP di Lotim, tentunya dengan perjuangan yang sangat keras dari Pemkab Lotim, yang berani menerobos ke pusat untuk mewujudkan adanya kantor Unit Layanan Paspor di Lotim. ‘’Mudah-mudahan dengan adanya ULP ini akan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Lotim,’’ kata Romi Yulianto.

Wakil Bupati Lotim, H Haerul Warisin menegaskan, adanya ULP ini, diraih dengan perjuangan yang panjang. Artinya, dilakukan dengan tidak sederhana itu, melainkan mengajukan permohonan ke Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta bersama Pemerintah Kota Bima.

Dengan memberikan argument dan masukan kepada pemerintah pusat. Seperti halnya lambatnya proses pembuatan paspor yang membutuhkan waktu berminggu-minggu, meski jarang Lotim dengan Mataram hanya dua jam. ‘’Meski dekat kantor Imigrasi, tapi masyarakat Lotim buat paspor berminggu-minggu jadinya, tapi dengan adanya ULP ini akan mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,’’ kata Haerul Warisin.

Haerul Warisin menjelaskan, Kabupaten Lotim memiliki jumlah penduduk yang paling banyak di NTB. Termasuk juga juara satu jumlah TKI yang bekerja ke luar negeri. Sehingga hal ini menjadi perhatian pusat untuk bisa adanya ULP. Begitu juga pihaknya telah menghibahkan asset berupa lahan seluas 20 are untuk pembangunan kantor Imigrasi tersebut, dengan nilai jual lahan mencapai Rp200-300 juta per are.

‘’Kami tidak saja ULP yang berdiri, tapi kantor Imigrasi Lotim yang kami inginkan. Karena banyak urusan masyarakat Lotim ke luar negeri. Dengan adanya ULP ini, merupakan hadiah bagi masyarakat Lotim dalam memberikan dampak ekonomi yang baik,’’ ungkapnya.

Di tempat yang sama, Asisten I Setda Provinsi NTB, Agus Partia dalam sambutannya mengatakan, persoalan tenaga kerja dengan urusan panjang sehingga banyak masyarakat yang mencari jalan pintas. Namun begitu, pihaknya sangat mengapresiasi terhadap Pemkab Lotim yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di Lotim. Salah satunya dengan adanya ULP, sehingga masyarakat tidak lagi membuat paspos ke Mataram, karena sudah ada di Lotim. ‘’Memang yang menjadi masalah seringkali masyarakat yang membuat paspor mengeluhkan pelayanan kepada masyarakat, karena harus menunggu lama dalam pembuatan paspor tersebut,’’ kata Agus Patria.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Provinsi NTB, Sevial Akmili yang sekaligus melaunching pembukaan ULP Lotim mengatakan, sangat bagus adanya ULP di Lotim untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Namun, dalam proses di ULP hanya untuk pembuatan paspor baru dan perpanjangan, sedangkan yang rusak hilang di kantor Imigrasi Mataram. ‘’Kami minta kepada Pemkab Lotim untuk segera memberikan sertifikat terhadap lahan hibah yang diperuntukkan untuk pembangunan kantor Imigrasi di Lotim,’’ katanya.(SR)

Kirim Komentar

Leave a Reply