2016, Kasus Narkoba di Loteng Capai 24 Kasus

Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Ery Armunanto (kiri) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruang kerjanya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Lombok Tengah selama tahun 2016 terbilang cukup tinggi, yakni sebanyak 24 kasus. Banyaknya kasus narkoba tersebut, tentu menjadi PR (pekerjaan rumah, Red) berat bagi pihak Polres Loteng untuk melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan memberantas peredaran barang haram yang dapat merusak generasi penerus bangsa Indonesia kedepan.

Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Ery Armunanto (kiri) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruang kerjanya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)
Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Ery Armunanto (kiri) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruang kerjanya. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

‘’Jumlah kasus narkoba yang terjadi selama tahun 2016 ini mengalami peningkatan sebanyak tiga persen bila dibandingkan jumlah kasus narkoba yang terjadi pada tahun 2015 lalu,’’ kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Nurodin melalui Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Ery Armunanto kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (03/1).

Adapun jumlah kasus narkoba yang terjadi pada tahun 2015 lalu mencapai 19 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 24 orang. Sedangkan kasus narkoba pada tahun 2016 mencapai 24 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 31 orang. Tapi, dari 31 orang tersebut, jumlah tersangka narkoba yang direhabilitasi sebanyak 18 orang. Lantaran mereka yang tertangkap adalah rata-rata dari kalangan pecandu. ‘’Tahun 2015 lalu, tidak ada tersangka yang direhabilitasi,’’ ungkapnya.

Ery Armunanto menjelaskan, barang bukti (BB) narkoba yang berhasil diamanan, diantaranya; narkoba jenis shabu-shabu sebanyak 84,83 gram, ganja sebanyak 9,32 gram, dan obat-obatan sebanyak 130 butir dan narkoba jenis tramadol sebanyak 104 butir dengan tersangka satu orang. ‘’Beberapa pengungkapan kasus banyak dilakukan diakhir tahun. Sehingga berkasnya akan dilengkapi di awal tahun 2017 ini,’’ ujarnya.

Sedangkan untuk minuman keras (miras) yang paling banyak diamankan selama tahun 2016 itu, yakni minuman tradisional jenis Tuak mencapai 8.030 Liter, minuman beralkohol jenis bir sebanyak 284 botol besar dan 135 bir botol kecil. ‘’BB sebagian sudah dimusnahkan,’’ tukasnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *