Kejam dan Sadis, Gadis Tega Bunuh Bayinya Sendiri

MAYAT BAYI: Inilah mayat bayi yang tega dibunuh dan dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, Lomboktoday.co.id – Sungguh kejam dan sadis perbuatan yang dilakukan oleh seorang gadis berinisial AUD (20 tahun). Betapa tidak, warga Dusun Renjase, Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah itu tega membunuh darah dagingnya sendiri yang baru dilahirkan.

MAYAT BAYI: Inilah mayat bayi yang tega dibunuh dan dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Setelah membunuh, pelaku pun membuang bayinya begitu saja di saluran irigasi sawah di desa setempat, lantaran merasa malu karena bayi itu merupakan hasil hubungan gelap bersama sang kekasihnya. Atas perbuatannya tersebut, kini pelaku terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Mapolres Lombok Tengah untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Nurodin melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Arjuna Wijaya yang dikonfirmasi membenarkan kejadian pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya di Desa Barejulat. ‘’Pelaku sudah kami amankan di Mapolres Loteng untuk diperiksa dan pengembangan kasusnya,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Arjuna Wijaya kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (21/1).

Arjuna Wijaya mengatakan, pengungkapan pelaku kasus pembunuhan bayi itu berawal ketika ditemukan mayat bayi oleh warga Desa Barejulat, Munirim (50 tahun), saat pulang mengambil beras dari rumah Inaq Murni. Dimana, setibanya di jalan setapak di sebelah rumahnya, ada saluran irigasi kecil dan ia melihat sebuah karung masih baru sedang hanyut. Ia pun berusaha mengambil karung yang hanyut itu, tapi ketika diangkat ternyata karung itu terasa berat. ‘’Saat diangkat, ternyata karung yang berat itu berisi mayat berjenis kelamin laki-laki,’’ ungkapnya.

Mengetahui kejadian itu, ia pun berteriak memanggil Amaq Janah untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu mengangkat mayat bayi tersebut. Selanjutnya mayat bayi itu langsung dibawa ke rumah Munirim yang berjarak kurang lebih 15 meter dari TKP.

Munirim dan Amaq Janah pun langsung menginformasikan apa yang mereka temukan ke kepala dusun, Bhabinkamtibmas dan pihak Polsek Jonggat, agar segera ke TKP.

Setibanya di TKP, anggota Polsek Jonggat pun langsung melakukan olah TKP, dan menelusuri jejak darah serta mengintrogasi masyarakat di sekitar TKP. Anggota berseragam cokelat ini pun mencurigai seseorang yang berwajah pucat yang berada tidak jauh di sekitar TKP.

Kemudian anggota mengintrogasinya di rumah terduga pelaku dan menemukan bercak darah dan sabit/arit di rumah pelaku. ‘’Kondisi mayat bayi terdapat luka sayat di leher kurang lebih 7 cm, luka sayat sebanyak 2 di bagian perut sebelah kanan dengan panjang luka sayat kurang lebih 10 cm dan 7 cm, plasenta (tali pusar) masih utuh belum dipotong bersama ari-arinya,’’ ujarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, bayi itu dibunuh dengan cara menutup mulutnya dan mengambil arit/sabit untuk membunuh sang bayi hingga meninggal dunia. Setelah dibunuh, kemudian mayatnya dimasukkan ke karung plastik dan dibuang ke saluran irigasi sawah yang berjarak sekitar kurang lebih 150 m.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *