50% Penghuni Rutan Selong Kasus Narkoba

Kepala Rutan Selong, Kurnia Panji Pamekas (tengah) didampingi para pejabat Rutan Selong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Selong, Lombok Timur yang menjadi warga binaan didominasi kasus narkoba, yakni mencapai 50 persen dari jumlah warga binaan keseluruhan sebanyak 275 orang. Sedangkan 50 persen lainnya kasus pidana umum dan korupsi. ‘’Kasus narkoba yang mendominasi warga binaan di Rutan Selong,’’ kata Kepala Rutan Selong, Kurnia Panji Pamekas kepada wartawan di kantornya, Selasa (31/1).

Kepala Rutan Selong, Kurnia Panji Pamekas (tengah) didampingi para pejabat Rutan Selong. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Kurnia Panji Pamekas mengatakan, jumlah warga binaan Rutan Selong juga mengalami over kapasitas. Seharusnya sesuai aturan Menteri Hukum dan HAM, harus menampung warga binaan 150 orang. Meski jumlahnya over kapasitas, pihaknya tetap memberikan pengawasan kepada warga binaannya secara terus menerus dan continue. Hal ini untuk mencegah terjadinya perkelahian di dalam Rutan sebagaimana yang terjadi di Rutan tempat lainnya.

‘’Meski over kapasitas, tidak pernah terjadi kasus perkelahian antara sesama warga binaan, karena ketatnya pengawasan yang dilakukan petugas,’’ ungkapnya.

Untuk menambah kapasitas ruang, lanjutnya, maka salah satu cara dengan meningkatkan status Rutan Selong menjadi Lapas kelas III A. Sementara saat ini statusnya masih kelas II B. Untuk peningkatan status Rutan Selong ini, pihaknya sudah mengajukan ke pusat. Lebih-lebih sudah ada dukungan dari bupati, kapolres, kajari, pengadilan dan dandim. ‘’Kalau menjadi Lapas, tentu nanti akan bisa melakukan pembinaan dan pengawasan. Tidak seperti sekarang, masih ada keterbatasan,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *