Edarkan Uang Palsu, Dua PNS Diciduk Polisi

283
BAP: Dua pelaku pengedar uang palsu sedang diperiksa di Mapolres Lombok Tengah. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Birokrasi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tercoreng oleh ulah dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di salah satu instansi. Kedua oknum PNS tersebut yakni inisial ESF (30 tahun) dan NR (34 tahun), diciduk anggota Polres Lombok Tengah, Ahad kemarin (12/2).

DIPERIKSA: Dua pelaku pengedar uang palsu sedang diperiksa di Mapolres Lombok Tengah. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Warga Perumnas, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) itu diciduk polisi lantaran diduga telah mengedarkan uang palsu (upal). Dan kini keduanya telah diamankan di Mapolres Lombok Tengah untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rachman melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Arjuna Wijaya yag dikonfirmasi membenarkan terkait adanya dua orang oknum PNS di lingkup Pemkab Loteng yang diamankan oleh anggotanya karena mengedarkan uang palsu.

‘’Kedua pelaku ditangkap saat melakukan aksinya di rumah korban. Pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Arjuna Wijaya kepada wartawan di kantornya, Senin (13/2).

Arjuna Wijaya menjelaskan, penangkapan dua pelaku itu dilakukan berdasarkan laporan korban, Andi Lesmanan (40 tahun), warga Kampung Tengari, Kelurahan Praya, Kecamatan Praya. Dimana, korban sudah dua kali didatangi oleh sepasang suami istri (pelaku) untuk meminta bantuan transfer uang kepada korban. Pertama, pelaku meminta bantuan mentransfer uang tanggal 8 Februari 2017 sebanyak Rp10 juta dengan tujuan M Jauhari dan ditemukan uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak empat lembar (Rp400 ribu).

Pada tanggal 9 Februari 2017, pelaku kembali meminta bantuan untuk mentransfer uang kertas sebesar Rp500 ribu kepada Sudir dan Rp500 ribu kepada Bagus Priyo Sambido dan ditemukan uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak tiga lembar (Rp300 ribu).

Tidak sampai di situ, kedua pelaku ini datang lagi hari Ahad kemarin (12 Februari 2017) untuk mentransfer uang sebanyak Rp300 ribu dan korban menemukan uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar (Rp200 ribu). Pada saat itu korban menghubungi Kanit Intel Polsek Praya melalui telephone dan mengamankan kedua pelaku.

‘’Pada saat digeledah dari pelaku ESF ditemukan uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 16 lembar (Rp1,6 juta) di dalam tas miliknya. Sedangkan dari pelaku NR ditemukan uang kertas palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar (Rp200 ribu) di tasnya,’’ ungkapnya.(ROS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here