Monday, 24 April 2017

Ribuan Manusia Rebutan Tangkap Putri Nyale

‘’Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setdakab Loteng dengan Media Online LOMBOKTODAY.CO.ID’’

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Festival Pesona Bau Nyale 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di Pantai, Seger Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, berjalan semarak, Jumat (17/2).

SEMARAK: Suasana Festival Pesona Bau Nyale 2017 yang digelar Pemkab Loteng di Pantai Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng, berlangsung semarak. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kegiatan agenda tahunan yang menjadi tradisi budaya masyarakat Suku Sasak, Lombok, tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak ini, mampu menyedot perhatian ribuan warga, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pada Bau Nyale 2017 ini, terdapat sedikit perbedaan. Dimana, pengelolaan acara hampir sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Selain itu, konsep perayaan Bau Nyale tahun ini dirasa berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dalam hal ini ada dua panggung hiburan yang disediakan. Panggung utama tetap di Pantai Seger untuk acara Drama Kolosal Lengenda Putri Mandalika dan panggung musik di Pantai Kuta yang dimeriahkan oleh Jhoni Iskandar dan Grup Band Lokal Risa DUA.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri menjelaskan, berhasil dan tidaknya suatu kegiatan pariwisata, tergantung dari sinergitas yang terjalin antar semua pihak. ‘’Tanpa ada sinergitas antara semua pihak, kegiatan tidak akan pernah berhasil,’’ katanya.

Selain itu, kegiatan Pesona Bau Nyale yang menjadi angenda tahunan ini, diharapkan bisa untuk memperkenalkan potensi budaya yang ada di Loteng, sehingga bisa dikenal luas oleh dunia. Tradisi ini juga untuk menyambung silaturrahmi. ‘’Tradisi kita di Loteng ini sudah dikenal luas, bahkan hingga internasional. Sudah sepatutnya kita berbangga,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan itu , Pathul Bahri juga mengimbau semua masyarakat yang hadir, khususnya warga Loteng untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan, guna terciptanya kondusifitas yang baik. Sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai harapan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin menuturkan, di daerah ini khususnya Loteng sudah banyak potensi yang sudah dipasarkan ke dunia. Seperti potensi budaya, alam serta kesenian yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Dengan potensi yang dimiliki ini, target 4 juta wisatawan 2017 bisa tercapai. Untuk itu, dalam menjaga stabilitas ini, semua pihak harus bekerjasama. Mulai dari pelaku wisata, stakeholders, terutama masyarakat harus bisa bekerjasama. ‘’Sinergitas semua pihak tentu sangat diperlukan untuk kemajuan pariwisata,’’ katanya.

Sementara pertumbuhan ekonomi NTB, kata Wagub, menempati urutan kedua di Indonesia. Melalui pariwisata, berbagai macam ekonomi kreatif bisa tercipta. Tentu apa yang sudah diraih ini, harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sehingga, melalui industri ekonomi kreatif bisa mengentaskan kemiskinan.

Tak hanya itu, pertumbuhan jumlah wisatawan tidak terlepas dari berbagai macam fasilitas yang sudah disediakan. Semua masyarakat diharapkan juga turut menjaga fasilitas keamanan dan kenyamanan untuk mendatangkan wisatawan dan investor yang akan berkontribusi untuk daerah. ‘’Jika ketentraman, kenyamanan dan keaman sudah tercipta, baik wisatawan maupun investor akan banyak berdatangan,’’ ungkapnya.(ROS/adv)

Kirim Komentar

Tinggalkan Balasan