Tuesday, 18 April 2017

Wabup Loteng Lantik Penjabat Kades Persiapan

‘’Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setdakab Loteng dengan Media Online LOMBOKTODAY.CO.ID’’

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sebagai  tindaklanjut dikeluarkanya nomor registrasi desa pemekaran oleh pemerintah pusat kepada desa persiapan di Kabupaten Lombok Tengah, sebanyak 15 penjabat kepala desa persiapan pemekaran akhirnya resmi dilantik, Kamis (23/3).

LANTIK: Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri saat melantik 15 Penjabat Kepala Desa Persiapan Pemekaran, di pendopo bupati Lombok Tengah, Kamis (23/3). (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Penjabat Kepala Desa Persiapan Pemekaran itu dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, dan dihadiri oleh kepala SKPD Loteng, camat dan penjabat kepala desa persiapan, serta sejumlah tokoh masyarakat, di pendopo bupati Lombok Tengah.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan, pelantikan ini memiliki nuansa yang berbeda dengan pelantikan kades hasil pemilihan kepala desa (Pilkades). Karena, pelantikan penjabat kades persiapan merupakan bagian dari proses pemekaran 15 desa persiapan dari 13 desa induk yang dimekarkan.

Jabatan kepala desa ini tidak ringan. Karena, tugasnya yang sangat berat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mengembangkan desanya menuju kemakmuran masyarakatnya.

‘’Penjabat kepala desa persiapan ini harus melaporkan segala perkembangan di desa. Dan sambil mempersiapkan segala indikator penunjang desa persiapan menuju desa definitive,’’ kata Wabup Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri.

Wabup menjelaskan, anggaran desa persiapan bersumber dari dana APBDes desa induk, sesuai ketentuan anggaran yang diberikan itu sebesar 30 persen untuk dana operasionalnya. Desa persiapan ini diberikan waktu selama tiga tahun untuk menyiapkan segala indikator penunjang menuju desa definitive.

Apabila tidak bisa memenuhi syarat indikator tersebut, maka akan dikembalikan lagi ke desa induk. ‘’Jadi, torehkanlah jejak pribadi yang baik dalam memimpin desa persiapan pemekaran menuju desa definitive,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, wabup juga menegaskan, saat ini ada beberapa kades yang tersangkut masalah hukum. Itu akibat dari ketertutupan kades dalam mengelola anggaran yang diterima di desa. ‘’Jangan sampai anda yang sudah dilantik ini mengikuti jejak kades-kades yang mempunyai rekam jejak yang buruk. Jalankan amanah ini sesuai aturan dan mekanisme yang sudah ditentukan,’’ ujarnya.

Sementara itu, ke-15 Penjabat Kades Persiapan yang dilantik ini diantaranya; Penjabat Kades Pajangan yang induknya di Desa Dasan Baru, Penjabat Kades Berinding yang desa induknya di Desa Kopang Rembiga—Kecamatan Kopang. Penjabat Kades Lendang Tampel yang desa induknya di Desa Beber—Kecamatan Batukliang, Penjabat Kades Lelong yang desa induknya di Desa Kelebuh—Kecamatan Praya, Penjabat Kades Janggawana dan Beringe yang induknya di Desa Saba, Pejabat Kades Prako dan Tibu Sisok yang induknya di Desa Loang Maka—Kecamatan Janapria.

Selain itu, Penjabat Kades Dadap yang induknya di Desa Pengengat, Penjabat Kades Krame Jati yang induknya di Desa Pengembur—Kecamatan Pujut, Pejabat Kades Beleka Daye dan Lebe Sane yang induknya di Desa Beleka, dan Pejabat Kades Pengonak dan Jeru Puri yang induknya di Desa Ganti—Kecamatan Praya Timur, Penjabat Kades Desa Pandan Tinggang yang induknya di Desa Batu Jangkih—Kecamatan Praya Barat Daya.(ROS/adv)

Kirim Komentar

Tinggalkan Balasan