Tanah Pecatu Jadi Lokasi Tambang, Kades Bagik Payung Berang

Kades Bagik Payung, Lalu Muhir. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Kades Bagik Payung, Lalu Muhir. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kepala Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Lalu Muhir mengaku keberatan adanya tanah pecatu yang menjadi aset desa dijadikan lokasi tambang pasir besi oleh PT Anugerah Mitra Graha (AMG) di wilayah Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, seluas 1,40 hektare. ‘’Terus terang, saya selaku kades merasa keberatan dengan tanah pecatu kami diambil PT AMG untuk dijadikan lokasi tambang pasir besi di Ijobalit,’’ kata Muhir kepada wartawan di kantornya, Selasa (11/4).

Setelah mengetahui masalah tersebut, ia pun langsung menelpon pihak PT AMG agar tidak main-main dengan melakukan aktivitas di tanah pecatu itu. Meskipun menurut pengakuan pihak perusahaan, telah diberikan ijin oleh Bupati Lombok Timur, HM Ali BD selaku penguasa daerah. Sebab, apa yang dilakukan PT AMG ini telah melanggar aturan main yang ada. Pasalnya, tanah pecatu itu tidak lagi menjadi urusan atau milik pemerintah daerah, melainkan telah diserahkan kembali kepada desa induk untuk dijadikan aset desa. ‘’Pihak PT AMG saya ancam kalau berani beraktivitas di tanah pecatu itu tanpa adanya ijin dari saya selaku kades. Jadi, saya akan mempidanakan perusahaan itu,’’ ungkapnya.

Ketua Forum Kades Lombok Timur ini meminta  pihak PT AMG untuk melakukan komunikasi yang baik dengan pihak desa. Karena yang memiliki hak atas lahan itu adalah desa, bukan pemerintah daerah. Hal ini penting agar kedepannya tidak menjadi persoalan yang nantinya akan merugikan pihak perusahaan itu sendiri.

Seperti diketahui bahwa saat ini PT AMG sedang membersihkan lokasi tambang pasir besi di Ijobalit sebelum melakukan aktivitasnya. Padahal sebelumnya telah terjadi penolakan dari warga sekitar terhadap kegiatan tambang pasir besi itu. ‘’Informasi yang diperoleh dari PT AMG, luas lahan tempat melakukan tambang pasir besi 60 hektare yang sudah mengantongi ijin dari Bupati Lombok Timur, HM Ali BD,’’ ungkapnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *