Puluhan Tower di Loteng Diduga Bodong

2 minutes reading
Thursday, 20 Apr 2017 15:05 0 257 Editor

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dari 230 tower cellular yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, ternyata ada puluhan tower diduga bodong karena belum memiliki Nomor Obyek Pajak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Tengah, Lalu Suardana. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Tengah, Lalu Suardana mengatakan, sesuai data dari Dispenda,jumlah tower di wilayah Lombok Tengah yang memiliki Nomor Obyek Pajak sebanyak 191 tower. Sedangkan sebanyak 29 tower belum memiliki Nomor Obyek Pajak atau belum terdaftar. Sehingga bisa dikatakan tidak memiliki ijin atau diduga bodong. ‘’Bisa juga 29 tower itu habis masa kontraknya. Karena masa kontrak tower itu 10 tahun,’’ kata Lalu Suardana kepada wartawan di kantornya, Kamis (20/4).

Untuk itu, pihaknya akan mendata keberadaan tower cellular di wilayah Lombok Tengah. hanya saja tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini, mengingat pihaknya masih menuggu Peraturan Bupati (Perpub) yang dibuat sebagai dasar untuk turun ke lapangan guna melakukan pematauan dan pengawasan terhadap keberadaan tower tersebut. ‘’Kita masih menunggu Perbup-nya jadi dulu baru kita turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan tower di Loteng,’’ ungkapnya.

Di dalam Perbup itu, setidaknya ada beberapa instansi yang akan dilibatkan untuk melakukan pengawasan terhadap keberadaan tower ini. Diantaranya; Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dispenda, dan dinas terkait lainnya.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Lombok Tengah melalui retribusi tower. Cuma saat ini, retribusi dari tower ini belum bisa ditarik, lantaran para pemilik tower sedang melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung terkait SK Kementerian Keuangan RI. ‘’Ritribusi tower belum bisa ditarik untuk tahun ini, lantaran masalah gugatan itu,’’ ujarnya.(SR)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA