Jembatan Putus, 500 KK di Kebaloan Terisolir

KLU, LOMBOKTODAY.CO.ID – Putusnya jembatan Kebaloan, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) akibat hujan yang terjadi beberapa waktu lalu, masih menyisakan masalah. Setidaknya sebanyak 500 kepala keluarga (KK) yang berdomisili di daerah itu, kini terisolir. ‘’Kami kesulitan mendapat akses untuk keluar dari Kebaloan. Putusnya jembatan berdampak buruk bagi aktifitas sehari-hari warga,’’ kata salah seorang warga Kebaloan, Jero Mangku Made Artha kepada LOMBOKTODAY.CO.ID, di Kebaloan, Bayan, KLU, Jumat (21/4).

JEMBATAN PUTUS: Bila jembatan putus, tentu akses masyarakat menjadi terhambat. Itu pula yang dialami oleh masyarakat Kebaloan, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) lantaran jembatannya putus. (Ilustrasi/Lomboktoday.co.id)

Arta mengaku, meski ada jalur alternatif yang bisa digunakan warga untuk akses menuju luar Kebaloan, namun membutuhkan waktu dan jarak tempuh yang cukup jauh. ‘’Bisa lewat Dusun Magelin, Desa Senaru, tapi jaraknya sekitar 15 km. Kalau lewat Pawang Karya, jaraknya sekitar 5 km,’’ ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Artha, sekarang petani di daerah itu terbebani karena tingginya biaya pengangkutan hasil pertanian mereka yang akan di bawa ke luar Kebaloan. Seperti jagung. ‘’Semakin jauh jarak tempuhnya, tentu semakin mahal biayanya. Sekarang truk atau mobil pick up tidak berani memuat dengan jumlah banyak, karena selain terjal, jalan juga rusak parah,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR KLU, Zaldi Rahardian mengatakan, pihaknya telah menyusun desain dan kebutuhan biaya rekonstruksi jembatan yang rusak akibat bencana alam beberapa waktu lalu, tak terkecuali jembatan Kebaloan.

‘’Kalau di APBD Perubahan tahun ini mungkin tidak bisa, karena terkendala waktu. Berdasarkan rekapitulasi tim teknis dinas, biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp4 miliar per jembatan,’’ katanya.(DNU)

Kirim Komentar

Leave a Reply