Dilarang Masuk Gili Sunut, Pokdarwis Protes

MENAKJUBKAN: Pantai Gili Sunut yang berada di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, terlihat menakjukan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Para kelompok sadar wisata (Pokdarwis) maupun pelaku wisata yang ada di wilayah Lombok Timur memprotes Pemerintah Kabupaten Lombok Timur atas sikap pihak investor Osean Blue yang tidak memberikan masuk kepada wisatawan asing maupun lokal yang ingin menikmati keindahan Pantai Gili Sunut di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

MENAKJUBKAN: Pantai Gili Sunut yang berada di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, terlihat menakjukan. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Kami protes sikap PT Osean Blue yang melarang wisatawan masuk ke Gili Sunut. Jadi, ini harus menjadi perhatian Pemkab Lombok Timur,’’ kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Lombok Timur, Zaenul Fadli, di Selong, Lombok Timur, Sabtu (22/4).

Meski pihak investor yang bergerak di bidang pariwisata itu diberikan kewenangan oleh pemerintah daerah untuk mengelola kawasan Gili Sunut, bukan berarti semau-maunya untuk melarang wisatawan atau masyarakat yang ingin berkunjung ke Pantai Gili Sunut.

Karena, masyarakat Lombok Timur juga berhak untuk rekreasi ke Pantai Gili Sunut, guna menikmati segala keindahan di pantai tersebut. Jadi, pemerintah daerah hendaknya membangunkan lokasi areal untuk masyarakat umum, agar bisa berkunjung ke pantai tersebut. ‘’Pemerintah daerah harus membuatkan lokasi areal untuk masyarakat di wilayah Gili Sunut, dengan adanya investor yang melarang para pengunjung untuk masuk ke wilayah itu. Karena, mereka beralasan sudah menjadi kewenangan investor untuk melarang masyarakat umum untuk masuk,’’ ungkap Fadli yang juga pelaku wisata Lombok Timur ini.

Fadli menjelaskan, bila hal ini tidak segera disikapi oleh pemerintah daerah, maka tidak menutup kemungkinan kedepannya nanti akan menjadi gejolak dengan adanya pelarangan tersebut. Sehingga yang akan dirugikan dari akibat itu adalah pemerintah daerah dan investor yang menanamkan investasi di pantai tersebut. ‘’Sepanjang sejarah, tumben warga pribumi dilarang masuk ke Pantai Gili Sunut yang merupakan bagian dari wilayah Lombok Timur. Sehingga ini yang sangat disesalkan,’’ ujarnya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *