Puluhan Sopir Engkel Demo Dishub Lotim

DEMO: Aksi yang dilakukan puluhan sopir Engkel Lombok Timur menuntut trayek Damri jurusan Mataram-Pesugulan ditutup. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Minta Ijin Trayek Damri Dicabut’’

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Puluhan sopir Engkel, di Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi unjukrasa ke kantor Dinas Perhubungan Lombok Timur, Selasa (25/4). Mereka menggelar aksi menuntut agar Dinas Perhubungan Lombok Timur segera mencabut ijin trayek PT Damri dari jurusan Mataram-Pesugulan, Kecamatan Suela, karena dianggap merugikan para sopir Engkel.

DEMO: Aksi yang dilakukan puluhan sopir Engkel Lombok Timur menuntut trayek Damri jurusan Mataram-Pesugulan ditutup. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Aksi yang dilakukan para sopir Engkel itu, merupakan aksi lanjutan dari aksi sebelumnya, dan berusaha menghentikan kendaraan PT Damri jurusan Mataram-Pesugulan yang mengangkut penumpang. Tapi, usahanya berhasil dihalau aparat kepolisian, karena dianggap menganggu arus lalu lintas. ‘’Semua sopir Engkel meminta agar trayek bus Damri jurusan Mataram-Pesugulan itu untuk dihentikan, karena dianggap sangat merugikan sopir Engkel,’’ kata Koordinator Sopir Engkel, Ahmad dalam orasinya di kantor Dishub Lombok Timur, Selasa (25/4).

Aksi yang dilakukan para sopir Engkel itu, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah puas berorasi, perwakilan sopir Engkel diterima Sekretaris Dinas Perhubungan Lombok Timur, Idham, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Asep Supriatna, Pimpinan PT Damri Mataram, Jajat Sumijat, Kabag Ops Polres Lombok Timur, Kompol Syafrudin, Pengurus Asosiasi Sopir dan Angkutan Umum (Askum) Provinsin NTB, Tahir Royaldi.

Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Asep Suprianta mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan para sopir Engkel ini. Tapi, terhadap trayek PT Damri Jurusan Mataram-Pesugulan ini dilakukan,  karena adanya permintaan dari masyarakat Sembalun, Lombok Timur, sehingga ini yang menjadi dasar membuat trayek.

Karena trayek itu merupakan perintis, sehingga kedepannya kalau sudah bagus pelayanan transportasinya, tentu akan dilakukan pencabutan. Tapi, kalau sekarang, tentu tidak bisa dilakukan, mengingat sudah ada kontrak  dan uang dari pusat yang harus dipertanggungjawabkan. ‘’Trayek Damri jurusan Mataram-Pesugulan itu merupakan jurusan perintis yang didasarkan atas permintaan masyarakat. Dan tidak bisa dicabut secara sepihak, karena sudah ada kontraknya,’’ kata Asep.

Hal senada disampaikan Pimpinan PT Damri Mataram, Jajak Sumijat. Ia meminta para sopir Engkel untuk saling menghargai, karena sama-sama untuk mencari nafkah. Karena, apa yang dilakukannya ini, tidak terlepas dari keputusan pusat. Karena pengajuan trayek perintis ini, berdasarkan keputusan menteri.

Begitu juga kalau dihentikan kontraknya di tengah jalan, akan ada resiko yang akan diterimanya, dan bisa masuk penjara kalau tidak bisa mempertanggungjawabkan keuangan negara. ‘’Dengan mengambil jalan terbaik, kami mengalah, tapi trayek yang sudah ada ini kita biarkan jalan sampai menunggu kontrak selesai,’’ katanya.

Sementara keputusan yang dihasilkan dalam hearing itu, akhirnya PT Damri mengalah dengan memberikan kesempatan kepada sopir Engkel untuk menaikkan penumpang dari jam 5 sampai jam 5 sore, setelah itu baru PT Damri melakukan operasi dari jurusan Mataram-Pesugulan.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *