Didemo Wartawan, Eh… Oknum Ketua Komisi I DPRD Lobar Malah Ngumpet

3 minutes reading
Thursday, 27 Apr 2017 15:36 0 201 Editor

LOBAR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan online yang tergabung dalam Forum Pers Indonependent Indonesia (FPII), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Ikatan Pewarta Jurnalis Indonesia (IPJI) melakukan aksi demonstrasi ke gedung DPRD Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (27/4).

DEMO: Wakil Ketua I DPRD Lombok Barat, Multazam didampini beberapa anggota dewan lainnya bersedia menemui para wartawan saat aksi di depan pintu gerbang sebelah barat gedung kantor DPRD Lombok Barat, Kamis (27/4).

Aksi itu digelar sebagai bentuk protes atas insiden pelecehan profesi journalist yang diduga telah dilakukan oleh salah seorang oknum Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat, H Zulkarnaen. Dimana, H Zulkarnaen menuding adanya upaya dinas terkait ‘’membungkam wartawan’’ dengan uang ratusan ribu rupiah saat melakukan interupsi yang disampaikannya dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Lombok Barat 2007-2035, tentang pengelolaan sampah, pada Selasa (18/4) lalu.

Ketika para wartawan meminta oknum H Zulkarnaen untuk segera keluar dan menemui para wartawan yang sedang berorasi di depan pintu gerbang sebelah Barat gedung kantor DPRD Lobar, namun hingga aksi berakhir pukul 12.10 Wita, si oknum wakil rakyat tersebut tidak kunjung kelihatan batang hidungnya. Dan yang bersangkutan malah ngumpet di kantornya.

ID CARD: Para wartawan yang ikut menggelar aksi demontrasi mengumpulkan ID Card-nya kemudian menaburkan bunga rampae sebagai bentuk protes atas pelecehan profesi jurnalis oleh oknum Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat, H Zulkarnaen.

Padahal, oknum H Zulkarnaen tersebut diminta keluar dan segera menemui para wartawan, tidak lain untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukannya. Karena, apa yang telah dilakukannya itu, dinilai tidak pantas. Lebih-lebih oknum yang bersangkutan adalah orang intelek dan wakil rakyat yang terhormat.

Setelah menunggu hingga siang, akhirnya para wartawan ditemui oleh unsur pimpinan DPRD Lombok Barat, yakni Wakil Ketua I, Multazam, dan didampingi beberapa orang anggota dewan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang orator, Riadis Sulhi didampingi Koordinator Lapangan, Achmad Sahib membacakan pernyatan sikap aksi di hadapan Wakil Ketua I DPRD Lombok Barat, Multazam dan beberapa orang anggota dewan lainnya.

Setidaknya ada beberapa point pernyataan sikap yang disampaikannya. Diantaranya, pertama; mengecam dan menolak segala bentuk tindakan pelemahan dan upaya pembungkaman kebebasan berekspresi para jurnalis di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Barat; kedua, menuntut yang bersangkutan mengklarifikasi pernyataannya dengan sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan ‘’fitnah’’ di mata masyarakat; ketiga, meminta oknum anggota dewan yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada seluruh insan pers atas pernyataannya yang kontroversial secara terbuka melalui media massa dalam waktu 3×24 jam; keempat, menuntut para pimpinan DPRD Lombok Barat dan pihak Badan Kehormatan Dewan segera menjalankan fungsinya mengklarifikasi dan memberi tindakan tegas kepada yang bersangkutan yang telah membuat gaduh keharmonisan hubungan antara lembaga pemerintah dan juga pihak media; kelima, mengimbau para anggota dewan untuk bersikap santun dalam bersikap dan bertutur kata agar bisa menjadi contoh yang baik serta memberi tauladan bagi masyarakat.

Usai penyampaian pernyataan sikap tersebut, secara institusi, Wakil Ketua I DPRD Lombok Barat, Multazam meminta maaf atas kekhilafan yang telah dilakukan H Zulkarnaen. Bahkan, dalam kesempatan itu, Multazam meminta para perwakilan aksi untuk masuk guna berdiskusi di dalam ruangan. Tapi, para wartawan menolak dan meminta agar oknum H Zulkarnaen segera menemui massa aksi di luar.

Karena oknum H Zulkarnaen tak juga kunjung keluar, dan apabila dalam tenggat waktu 3×24 jam oknum yang bersangkutan tidak juga meminta maaf, maka para wartawan mengancam dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi yang lebih besar lagi. Bahkan persoalan ini akan di bawa ke ranah hukum. Selanjutnya, para wartawan pun membubarkan diri dengan tertib.(ar/ltd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA