Baliho Diturunkan Petugas, Ali Masadi Protes

Ali Masadi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)
Ali Masadi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Salah satu kandidat bakal calon bupati Lombok Timur, Ali Masadi melayangkan protes terhadap Badan Pendapatan Lombok Timur terkait diturunkannya baliho dan spanduknya miliknya yang terpasang di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Seperti halnya baliho yang dipasang di Jenggik dan di depan BRI Selong. ‘’Saya protes Badan Pendapatan Lotim yang menurunkan baliho dan spanduk saya, karena tindakan itu telah merugikan saya dan pendukung saya,’’ kata Ali Masadi kepada wartawan di Selong, Sabtu (29/4).

Mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Lombok Timur ini menjelaskan, dirinya bersama relawannya terpaksa memprotes hal itu, karena Badan Pendapatan Lotim dianggap menurunkan secara sepihak, tanpa terlebih dahulu ada pemberitahuan kepada dirinya.

Selain itu, dirinya juga merasa aneh dengan penjelasan yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Lotim, Salmun Rahman, yang mengaku tidak mengetahui bila anak buahnya menurunkan balihonya di Jenggik itu. Dan baru diketahui setelah petugas yang menurunkan dipanggil atasannya. ‘’Masak baliho yang saya pasang bersama tim dikatakan bodong, sedangkan banyak baliho yang sama kok tidak diturunkan. Ini namanya berat sebelah, apalagi dalam menurunkan itu tidak ada surat teguran resmi,’’ ungkapnya.

Karena itu, Ali Masadi yang berprofesi sebagai seorang notaris ini menegaskan, dengan diturunkannya baliho miliknya itu, tentu ia dan timnya sedang mempersiapkan langkah-langkah hukum, mengingat dirinya merasa dirugikan.

Dan pemerintah juga perlu diperingati dan dikritisi dengan apa yang dilakukan, agar tidak melakukan penertiban semena-mena tanpa mengacu pada legalitas formal prosedur dan standar operasional pelayanan yang ada. ‘’Saya akan tempuh jalur hukum karena saya anggap apa yang dilakukan Badan Pendapatan Lotim telah melanggar pasal 170 KUHP tentang kejahatan untuk barang. Hal ini saya lakukan agar nanti tidak terjadi kasus yang sama,’’ ujarnya.

Di tempat terpisah Kepala Badan Pendapatan Lotim, Salmun Rahman saat dikonfirmasi membenarkan kalau salah satu kandidat bakan calon bupati Lotim, Ali Masadi memprotes dirinya, terkait penurunan baliho di Jenggik dan Selong. Karena, itu dilakukan anak buahnya mengingat baliho tempat memasang itu bermasalah dan belum memiliki ijin.

Seperti halnya di depan BRI Selong, itu sudah tiga tahun belum membayar pajak ke daerah, sehingga diturunkan baliho tersebut. Sedangkan baliho yang di Jenggik, memang Ali Masadi mengaku sudah memiliki ijin dari Dinas Perijinan, tapi tentu ada prosesnya.

‘’Memang sudah diberikan peringatan beberapa kali, tapi tidak ada respon, sehingga petugas menurunkannya. Sedangkan mengenai masalah akan melakukan gugatan, ya kami persilakan, tapi hendaknya kalau bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan dulu,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *