Di Masjid Al Firdaus Bantul, Gubernur NTB Ajak Perbanyak Syukuri Nikmat Allah

3 minutes reading
Friday, 12 May 2017 13:31 0 214 Editor

YOGYAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Usai silaturahmi dan memberikan tausiyah kepada para santri-santriwati di Ponpok Pesantren Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah, Juma’at pagi (12/5), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi melanjutkan silaturahmi dan dakwah ke Masjid Al Firdaus, Bantul, DI Yogyakarta.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi saat tanya jawab dengan salah seorang pelajar usai sholat Jumat di Masjid Al Firdaus, Bantul, DI Yogyakarta.

Di Masjid Al Firdaus, Gubernur NTB menunaikan sholat Jum’at sekaligus menjadi khotib. Dalam khutbahnya, gubernur dari kalangan pesantren ini menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang terkait norma kebaikan hidup. Utamanya, memperbanyak syukur nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Kepada jamaah sholat Jum’at, Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini mengingatkan pentingnya menjiwai nilai-nilai kehidupan yang terletak pada poros keberkahan. Dan poros keberkahan itu sendiri adalah dengan mensyukuri nikmat Allah SWT.

‘’Kalau meninggalkan tuntunan taqwa, tidak sedikitpun menurunkan dan mengurangi kemuliaan Allah. Sebaliknya, kalau menjalankan tuntunan Allah, tidak akan meninggikan kemuliaan Allah,’’ kata TGB sekaligus mengingatkan bahwa kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan kembali pada diri manusia itu sendiri. Begitu pula sebaliknya, kalau keburukan yang dilakukan maka semua akan kembali pada manusia yang melakukan keburukan.

Untuk menjaga dan meningkatkan kebaikan agar terus tersambung dalam jangka waktu lama, TGB menekankan tiga hal yang harus dilakukan, yaitu meluruskan orientasi dan niat, pembiasaan dan kolektifitas atau kebersamaan. ‘’Orientasi kita adalah mengharapkan ridho Allah SWT,’’ ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa segala amal kebaikan yang dilakukan oleh umat manusia, hendaklah bertumpu pada keridhoan Allah SWT. Kalau tidak, kata TGB, maka semua itu akan sia-sia dan terputus. Sementara untuk meningkatkan dan menguatkan kebaikan-kebaikan yang perlu dilakukan adalah pembiasaan. Dan, pembiasaan ini dapat dimaknakan sebagai suatu proses yang membutuhkan kesabaran.

‘’Kalau Allah mau menciptakan sesuatu tanpa melalui proses, itu mudah bagi Allah. Namun, Allah mengajarkan manusia dengan menciptakan segala sesuatu secara bertahap. Proses penciptaan manusia mulai dari air mani hingga menjadi manusia yang lahir di muka bumi, membutuhkan proses dan kesabaran. Tidak ada yang instan di dunia ini,’’ ujarnya.

Hal lainnya yang disampiakan TGB adalah kebersamaan atau sinergi dalam melakukan kebaikan. Ia pun menceritakan sejarah pembangunan Masjid Nabawi yang dilakukan Rasulullah bersama kaum Anshar dan Muhajirin. Rasulullah menempatkan dan menghargai kedua kaum tersebut pada derajat dan perlakuan yang sama. Semua punya peran untuk mengambil bagian pada pembangunan Masjid itu.

‘’Bayangkan kalau masjid itu dibangun sendiri dengan biaya sendiri, usaha sendiri sampai masjid itu terbangun, maka saya yakin rasa kepemilikannya akan beda,’’ tutur TGB sekaligus menghimbau jamaah sholat Jum’at di Masjid Al Firdaus Bantul, Yogyakarta itu untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari hari, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(ar/ltd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA