Kendaraan Luar Daerah Penyebab Potensi PAD Berkurang

213
Kabid Pengendalian dan Pembinaan Bappenda Provinsi NTB, Moh Ikhwan (kiri). (Foto: L Mandra Setiawan/Lomboktoday.co.id)

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kepala Bidang Pengendalian dan Pembinaan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Bappenda Provinsi NTB), Moh Ikhwan mengatakan, masih banyaknya masyarakat NTB yang memiliki kendaraan roda dua dan roda empat berplat luar daerah namun belum dilakukan mutasi dan balik nama, hal ini mengakibatkan potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB menjadi berkurang.

Kabid Pengendalian dan Pembinaan Bappenda Provinsi NTB, Moh Ikhwan (kiri). (Foto: L Mandra Setiawan/Lomboktoday.co.id)

Sehingga dengan diadakannya Operasi Gabungan (Opgab) ini, masyarakat diimbau agar segera melakukan mutasi dan balik nama terhadap kendaraan roda dua dan roda empat yang berplat luar daerah menjadi plat daerah NTB yakni plat DR (Pulau Lombok) atau plat EA (Pulau Sumbawa). ‘’Dengan kendaraan plat luar daerah ini, jelas kami sangat dirugikan secara ekonomi. Karena, pajak dari kendaraan tersebut, disetorkan di daerah asal tempat dibeli,’’ kata Kabid Pengendalian dan Pembinaan Bappenda Provinsi NTB, Moh Ikhwan kepada LOMBOKTODAY.CO.ID, saat melakukan Opgab di Jalan Raya Sayang-Sayang Mataram, Selasa (16/5).

Selain itu, dengan banyaknya kendaraan berplat luar daerah yang belum mutasi dan balik nama tersebut menyebabkan ruas jalan provinsi dan kabupaten/kota menjadi cepat rusak. Hal ini dinilainya tidak adil, karena kendaraan-kendaraan berplat luar daerah itu beroperasi di NTB, namun yang memetik keuntungan selama ini dari pajak yakni daerah lain (sesuai asal plat kendaraan tersebut, Red). Sedangkan NTB sendiri tidak mendapatkan apa-apa, justeru menanggung kerugian, baik secara material maupun ekonomi.

‘’Kalau dihitung dengan jumlah kendaraan yang telah didata Bappenda Provinsi NTB mencapai tujuh ribuan kendaraan roda dua dan roda empat. Ini artinya, setiap tahun kita kehilangan potensi sumber PAD dari pajak kendaraan berplat luar daerah itu mencapai miliaran rupiah,’’ ungkapnya.

Karena itu, Ikhwan menegaskan, mulai tahun 2017 ini, pihaknya menggencarkan melakukan pendataan kendaraan roda dua maupun roda empat yang berasal dari luar daerah NTB, baik itu dengan cara menggelar Operasi Gabungan (Opgab) maupun melakukan pemeriksaan di setiap pintu masuk pelabuhan. ‘’Pokoknya kami imbau kepada masyarakat di daerah NTB yang memiliki kendaraan berplat luar daerah untuk segera melakukan proses balik nama atau mutasi. Karena, saya pikir itu tidak adil bayar pajak di luar, tapi beroperasi di NTB,’’ ujarnya.(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here