Pak Ahyar Bantah Gunakan Daging Anjing

Ahyar, pemilik cilok saat memberikan keterangan pers terhadap isu yang berkembang tentang pembuatan cilok menggunakan daging anjing. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemilik cilok Pak Ahyar yang beralamat di Bermis II, Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Lombok Timur, dengan tegas membantah bila menggunakan daging anjing dalam membuat cilok yang dijualnya setiap hari. Tapi, akibat isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat, membuat dirinya terpaksa harus berhenti berjualan cilok untuk sementara waktu.

Ahyar, pemilik cilok saat memberikan keterangan pers terhadap isu yang berkembang tentang pembuatan cilok menggunakan daging anjing. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

‘’Demi Allah, saya tidak pernah menggunakan daging anjing untuk membuat cilok sebagaimana isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat,’’ kata Ahyar, pemilik cilok Pak Ahyar kepada wartawan di rumahnya, Selasa (16/5).

Menurutnya, dengan adanya isu itu membuat dirinya menjadi dirugikan, sehingga hampir dua bulan lebih semenjak isu yang dituduhkan kepada dirinya berkembang. Namun begitu, dirinya tidak mengetahui siapa yang menyebarkan berita bohongnya itu. Sehingga pihaknya terus mencari tahu siapa yang menyebarkan isu tersebut, karena isu itu tidak hanya berkembang di wilayah Kecamatan Selong semata, melainkan menyebar ke wilayah Kecamatan Sakra, Sikur, Labuhan Haji sampai ke wilayah Kecamatan Terara. Dan sayangnya, sampai saat ini, penyebar isu itu belum juga diketemukan orangnya.

Pihaknya disarankan untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian. Tapi yang menjadi persoalan, siapa yang harus dilaporkan, mengingat oknum penyebar isu tersebut belum diketahui. Sehingga melalui media massa ini, ia berharap bisa mengklarifikasi semua tuduhan yang tidak benar ini.

‘’Saya menduga kalau yang menyebarkan isu itu adalah mantan karyawannya yang telah dipecatnya. Tapi, saya perlu mencari kebenarannya agar tidak salah dalam menuduh,’’ ungkapnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *