Ibu Bunga Bantah Jual Anaknya untuk Dinikahi

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Resinah alias Inaq Deli (45 tahun), ibu kandung korban, Bunga (13 tahun), warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, membantah telah menjual anaknya untuk dinikahi kepada inisial ST (40 tahun), warga setempat.

Ibu kandung korban, Resinah dan ST yang akan menikah dengan korban, Bunga. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Sebelumnya, Bunga yang masih duduk di kelas 5 SD itu, dibawa lari oleh ST untuk menikah atas persetujuan ibunya. Tapi, dari pihak keluarga menolak pernikahan tersebut, lantaran ada unsur paksaan dan korban diduga masih di bawah umur. ‘’Saya tidak pernah menjual anak saya untuk menikah. Tapi, saya sangat setuju ST itu menjadi menantu saya, karena mereka sudah menjalin pacaran dan suka sama suka,’’ kata ibu kandung korban melalui kuasa hukumnya, Mukhtar Abidin kepada wartawan di Praya, Rabu (17/5).

Dijelaskannya, sebelum dibawa lari untuk menikah, ibu dan korban, Bunga juga setuju menikah dengan ST. Begitu juga dari pihak istri ST, sanggup untuk dimadu. Karena pernikahan ST dan Bunga itu merupakan satu rumpun keluarga. Bunga juga sudah berumur 17 tahun lebih, hanya saja bunga telat masuk sekolah, sehingga sekarang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). ‘’Jadi, tidak benar ibunya menjual anak untuk dinikahkan. Dan kami akan menuntut balik kepada keluarga yang mempersoalkan pernikahan itu,’’ ungkapnya.

Ibu Bunga juga merasa kecewa dengan sikap keluarganya yang melakukan pemukulan kepada dirinya, saat ia pulang untuk menemui anaknya. Hingga saat ini, Bunga belum bisa bertemu ibunya, sehingga dirinya berharap supaya dipertemukan kembali dengan anaknya tersebut. ‘’Ibu Bunga sempat dipukul oleh mereka ketika pulang menemui anaknya. Tapi, beruntung ada kakak Bunga yang mencegah kejadian itu,’’ ujarnya.

Hal yang tidak jauh beda juga disampaikan oleh ST, bahwa dirinya membawa Bunga menikah, karena suka sama suka. Sebelumnya, Bunga sudah ditanya oleh keluarga bahwa ia setuju menikah dengan dirinya. Tapi, ia juga merasa bingung dengan adanya penolakan dari keluarga Bunga. Karena, ibu kandung Bunga sudah setuju bila dirinya menjadi menantunya. Itu sebabnya Bunga dibawa lari untuk menikah di rumah keluarga di wilayah Desa Teruai, Kecamatan Pujut. ‘’Saya pulang untuk menyelesaikan persoalan ini supaya jelas. Siapa yang benar dan siapa yang salah. Informasi pemerkosan itu tidak benar,’’ ungkapnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply