Pesawat Rinjani Air Tergelincir di Bandara LIA

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pesawat Rinjani Air, tipe Airbus 320-200 PK-LIA dengan nomor penerbangan LOP091 dari Kuala Lumpur menuju Lombok, jatuh menabrak pagar perimeter utara Runway 31 saat mendarat di Bandara Lombok International Airport (LIA), Kamis (18/5), sekitar pukul 10.00 Wita. Atas kejadian terjatuhnya pesawat Rinjani Air tersebut, sejumlah jadual penerbangan terpaksa tertunda selama 1 jam.

JATUH: Pesawat Rinjani Air yang jatuh di Bandara LIA. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Informasi yang dihimpun LOMBOKTODAY.CO.ID di Bandara LIA, pesawat yang mengangkut sebanyak 137 orang penumpang dan tujuh orang kru pesawat itu, melewati titik pendaratan karena kecepatan angin yang tinggi. Melihat hal itu, pilot memutuskan untuk membatalkan pendaratan. Tapi, ketika hendak meningkatkan kecepatan, tiba-tiba saja mesin nomor 1 (sebelah kiri) Rinjani Air mati, sehingga mengakibatkan pesawat oleng ke kiri dan jatuh menabrak pagar perimeter, tepatnya pada grid map D15 di Bandara LIA.

Melihat kejadian itu, petugas Air Traffic Control (ATC) segera menyalakan crash bell dan menginformasikan petugas watch room. General Manager Bandara LIA segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC). Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) langsung menuju lokasi kecelakaan, memadamkan api, dan mengevakuasi korban.

Dari investigasi itu, setidaknya 48 orang meninggal, 27 orang luka berat, dan 32 orang luka ringan. Unit Customer Service melakukan penanganan penumpang di lokasi greeters-meeters dalam waktu bersamaan. ‘’Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-91 yang dilaksanakan di Bandara LIA,’’ kata General Manajar PT Angkasa Pura I LIA, I Gusti Ngurah Ardita kepada wartawan di Bandara LIA, Kamis (18/5).

Dijelaskan, dalam latihan yang melibatkan sedikitnya 700 personel yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dan pihak terkait itu, dilaksanakn dalam tiga tahap yakni latihan yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat terbang, latihan terkait penanganan bom dan ancaman keselamatan penerbangan, latihan terkait penanganan kebakaran gedung, dan latihan terkait kebakaran pushback car.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Danang S Baskoro menambahkan, latihan Penanggulangan Keadaan Darurat ini merupakan komitmen Angkasa Pura I dalam menerapkan grand policy pemerintah. Latihan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk membuat Angkasa Pura I selalu dalam keadaan siap, baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas. ‘’Rencana latihan serupa juga akan digelar di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dan Bandara Pattimura Ambon,’’ ungkapnya.(ROS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *