Nasib Guru Honorer SMA/SMK Tanggungjawab Pemprov NTB

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Semakin terpuruknya nasib para guru honorer SMA/SMK, membuat sejumlah pihak merasa prihatin. Tidak terkecuali bagi kalangan DPRD Kabupaten Lombok Tengah, khususnya komisi yang membidangi masalah pendidikan.

Para wakil rakyat yang duduk di komisi pendidikan itu merasa bila tindakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB)  dengan peralihan tersebut, akan merugikan para guru honorer SMA/SMK. Terlebih lagi dengan alasan efektifitas kebutuhan guru, dimana Pemprov NTB berencana akan merumahkan ribuan orang guru honorer.

‘’Pemprov NTB harus bertanggungjawab. Karena dulu Pemrov NTB yang minta,’’ kata Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Lalu Supriadi kepada wartawan, di kantornya, Jumat (19/5).

Supriadi mengatakan bila wacana untuk merumahkan ribuan orang guru honorer itu terlalu berlebihan. Karena hal itu akan berimbas kepada nasib dari guru honorer. Karena, guru honorer yang dibutuhkan setelah dihitung hanya 3.000 orang saja. Meski secara aturan, hal tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

‘’Apapun alasannya, Pemprov NTB harus tetap bertanggungjawab dengan nasib guru honorer. Jangan sampai dengan adanya aturan ini, malah akan membuat guru honorer semakin terpuruk,’’ ungkapnya.

Menurut Supriadi, Pemprov NTB harus mencarikan solusi terbaik. Salah satunya dengan mengakomodir guru honorer lainnya. Jadi, untuk mendalami wacana yang nantinya akan menimbulkan permasalahan baru, maka pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. ‘’Mereka (guru honorer, Red) juga manusia yang butuh hidup,’’ ujarnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply