Monday, 22 May 2017

NTB Kembangkan Diorama Arsip

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Arsip merupakan bukti sejarah yang autentik. Sebab, melalui penelusuran berkas-berkas arsip yang tersedia, baik surat, gambar, peta, bangunan dan bukti-bukti lain, akan dapat diketahui gambaran perkembangan sejarah suatu daerah.

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi didampingi istri, Hj Erica Zainul Majdi saat Pencanangan Minat Baca dan Rencana Peluncuran Diorama Arsip NTB, di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Senin (22/5). (Foto: L Mandra Setiawan/Lomboktoday.co.id)

Pemerintah Provinsi NTB saat ini sedang membangun diorama arsip, semacam museum sebagai pusat pengelolaan dan penyimpanan berbagai macam arsip, dilengkapi teknologi digital, yaitu sistem informasi dan komunikasi sebagai media pengelolaan arsip-arsip daerah.

Pembangunan Diaroma Arsip NTB tersebut di presentasikan oleh konsultan, Ir Irman N Jati Atmajaya di hadapan Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi didampingi istri, Hj Erica Zainul Majdi saat Pencanangan Minat Baca dan Rencana Peluncuran Diorama Arsip NTB, di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB, Senin (22/5).

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi mengapresiasi pembangunan diorama arsip tersebut. Untuk penyempurnaan pembangunan konsep tersebut, Gubernur menyampaikan tiga hal agar diperhatikan dalam pembangunan diorama tersebut. Pertama, agar diperhatikan betul aspek substansinya, kemudian kedua narasi dan ketiga diksi.

Gubernur menegaskan, substansi itu penting karena diorama tersebut diharapkan menjadi sumber pembelajaran. ‘’Yang namanya sumber itu seperti sumber air. Mata air itu harus jernih, supaya orang yang meminumnya mendapatkan manfaat. Jangan sampai sumber air itu keruh, apalagi beracun,’’ kata gubernur.

Maka, substansi itu betul-betul diperhatikan. Substansi itu diharapkan benar-benar mewakili identitas dan jati diri masyarakat NTB. Juga, substansi yang dimuat adalah visi NTB ke depan. ‘’Kita mau jadikan apa NTB ini. Kita mau bentuk apa NTB ini di masa yang akan datang,’’ ungkapnya.

Yang kedua yang ditekankan Gubernur adalah menyangkut narasi. Narasi menurut Gubernur adalah tuangan dari konsep yang ada. Gubernur menjelaskan, substansi dalam kosep tersebut akan dilihat dan diperhatikan banyak orang. Sehingga perlu dipastikan isinya ditulis dengan benar. Hal terakhir yang disarankan gubernur adalah menyangkut diksi. Menurut Gubernur, pilihan kata-kata yang ada haruslah kata-kata yang bisa menggambarkan identitas daerah, dinamika yang terjadi di daerah dan harapan-harapan masyarakat NTB di masa yang aka datang. ‘’Silakan diteruskan. Nanti matangkan konsepnya,’’ ujarnya.

Sebelumnya, kepada Gubernur, Konsultan Pengembang Diorama Arsif NTB telah memaparkan konsep kerja Diorama Arsif itu. Kosultan asal Purwakarta itu menjelaskan, pemanfaatan teknologi informasi memberikan kemudahan dan keamanan dalam pengelolaan Arsip Daerah. Ia menjelaskan, dalam proses pembangunan Diorama Arsip ini, pihaknya mengintegrasikan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu, seperti ahli desain, fotografi, pematung, ahli bangunan, pemahat, teknik sipil dan lainnya.

Pada saat itu, ia juga menayangkan pola atau sistem kerja Diorama Arsip NTB yang sedang dikembangkannya. Sistem itu menggunakan teknologi digital yang akan memudahkan pemerintah daerah merawat arsip-arsip penting dan pelayanan masyarakat tentang informasi kearsipan akan lebih dimudahkan.(wan)

Kirim Komentar

Tinggalkan Balasan