Sunday, 11 June 2017

Diminta Pulang Kampung, Farouk Dikepung Sesepuh NTB

Harun Al Rasyid: NTB Butuh Gubernur Perekat, Bukan Peretak

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018, sejumlah tokoh masyarakat NTB di Jakarta beramai-ramai mendatangi rumah Prof Farouk Muhammad, senator senior asal NTB, pada Rabu (07/6) lalu.

PERTEMUAN: Sejumlah tokoh NTB, tampak melingkari Farouk Muhammad, di kediamannya, guna menanyakan dan meminta kesiapannya untuk menjadi Calon Gubernur NTB. (Ist/Lomboktoday.co.id)

Dalam rombongan tersebut, tampak sejumlah wajah mantan pembesar NTB, diantarnya; mantan Gubernur NTB, H Harun AL Rasyid, mantan Ketua DPRD KSB, Manimbang Kariady, tokoh masyarakat Sumbawa, Amir Jawas, TGH Kadrin, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Bima Jakarta (BMMJ), Kolonel Muhidin, sejumlah politisi senior, praktisi, tokoh pemuda, dan tokoh lintas etnis yang ada di NTB. ‘’Kami hadir ke sini untuk meminta Farouk pulang kampung halamannya, dan maju di Pilgub NTB 2018 mendatang,’’ kata Harun Al Rasyid, mantan Gubernur NTB ini.

Menurutnya, NTB saat ini membutuhkan pemimpin yang syarat pengalamn dan teruji secara nasional. Namun, tidak cukup dengan itu, karena NTB itu masyarakatnya sangat heterogen. Jadi, pemimpinnnya harus menjadi perekat atau pemersatu bagi semua etnis dan berdiri di atas semua kepetingan bersama. ‘’Saat ini, hanya Farouk Muhammad-lah yang menjadi figur yang tepat untuk itu,’’ jelas mantan birokrat ulung Jakarta ini.

Pria yang akrab disapa Dae Reso ini membeberkan, kelihaian Farouk menjadi tokoh-tokoh perekat, pengayom, dan dekat dengan semua etnis, kelompok dan golongan yang ada di NTB, itu bukan muncul saat ini. ‘’Sejak dia menjabat sebagai Kapolda NTB, ia sudah bisa berdiri di atas kepentingan semua kelompok yang majemuk ini. Memang, banyak sekali tokoh NTB yang sukses di tingkat nasional, tapi yang caliber dia (Farouk Muhammad, Red) tidak ada,’’ ungkapnya.

Farouk Muhammad adalah perwujudan pemimpin masa depan NTB. Hal tersebut disampaikan langsung TGH Kadri, tokoh masyarakat Lombok dan juga pemuka agama. Ia menilai Farouk selalu bekerja dan mengabdi secara ikhlas tulus, peka, dan orangnya sangat peka, juga komitmennya tinggi. ‘’Orang Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Selatan mengenalnya lebih dekat,’’ bebernya.

Padahal, lanjutnya, kalau dikaitkan dengan kepentingan sosial dan politik hari ini. Hal ini tentu sangat kontradiktif. Karena, Farouk sendiri tidak perwujudan dari Wakil Pulau Lombok (Suku Sasak, Red). Farouk dipilih oleh masyarakat Pulau Sumbawa, dan lahir berasal dari sana. Artinya tidak memiliki hubungan apapun dengan suku Sasak. Tapi, karena orangnya bekerja secara tulus, ikhlas, dan peka, kepentingan universal itu selalu lebih utama, tanpa harus melihat perbedaan atau dari mana,’’ tutur Kadri.

Namun, dengan kerendahan hati dan keikhlasannya, banyak sekali program yang sukses dan memajukan sektor utama penggerak ekonomi rakyat Pulau Lombok, seperti jasa pariwisata.’’Lihat saja bagaimana hijaunya Bayan dan Senaru, dengan program Daulat Pohon Pawang Rinjani, Program Geo Park Rinjani, dan yang paling besar itu Bandar Kayangan, KLU, yang nantinya akan menjadi pelabuhan kapal tangker dan kilang minyak. Dan juga Mandalika Resort, kawasan pariwisata terpadu. Dan masih banyak program lainnya yang di follow up penuh oleh beliau (Farouk Muhammad, Red),’’ beber pria yang berpakaian putih ini.

Hal senada pun disampaikan mantan Ketua DPRD KSB, Manimbang Kariady. Ia menuturkan, saatnya NTB dipimpin oleh orang-orang yang tidak dikte dan dikotomi oleh kepentingan satu kelompok dan golongan tertentu saja. Figur Farouk Muhammad sangat cocok dan menjadi pilihan yang paling tepat buat itu. ‘’Kami siap mengantar dan memenangkannya duduk di kursi nomor satu NTB,’’ katanya.

Dijelaskannya, kemajuan dan perkembangan NTB hari ini sangat pesat, semua itu harus terus dirawat dan dijaga. ‘’Hanya pemimpin berjiwa moderat, berkaliber nasional dan berintegritaslah yang mampu mempertahankan semua ini,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, pemimpin itu juga harus responsive, visioner dan dekat dengan masyarakatnya. Bukan malah sibuk membangun tahta, gila kekuasaan, berfoya-foya ria dan kepingin dilayani oleh masyarakat saja. ‘’Harapan semua itu ada hanya pada sosok Farouk saja, dan sudah teruji. Ia memiliki visi dan gagasan besar untuk NTB kedepan, dan semua orang mengetahuinya,’’ ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Farouk Muhamad tampak sangat dingin dan tidak nampak sekalipun keangkuhan atau kesombongannya saat mendengarkan satu persatu pernyataan dan ungkapan para perwakilan rombongan ini. Dan, sesekali ia menjawab pernyataan dan pertanyaan. ‘’Alhamdulillah, tugas saya hanya mengabdi dan melayani saja. Tidak ada dalam benak saya ingin mencari nama atau berharap balasan atau pun sanjungan sekalipun. Semuanya saya jalani secara ikhlas, tulus dan berbesar hati,’’ cetusnya.

Ia berjanji, kinerjanya akan terus dipacu dan diperluas, demi kepuasan dan kebahagiaan masyarakat NTB. ‘’Bagi saya, pengabdian, keadilan dan kemanusiaan itu yang paling utama,’’ pungkasnya.

Sementara terkait soal kesiapannya untuk maju menjadi bakal calon gubernur NTB. Ia kembali menanggapinya secara dingin dan sesekali tampak senyuman sumbringahnya. ‘’Jika memang dikehendaki dan diamanatkan, Insya Allah saya siap maju,’’ tegasnya.

Diketahui, sebagai bentuk keseriusannya. Senator kelahiran Bima ini telah mendaftakan diri ke sejumlah partai politik, seperti PAN, PKB, dan PKS. Tidak hanya itu, meski secara struktur belum terbentuk. Tim relawan dan jaringannya, mulai menyebar di 10 kabupaten/kota se-NTB. Hasilnya pun sangat mencengangkan dalam rilis salah satu Lembaga Riset Nasional (MEDIAN, Red). Menempatkan ia sejajar dan beda tipis tingkat popularitas dan elektabilitas dengan para kandidat calon gubernur asal Lombok, seperti Suhaeli FT, Ali Bin Dahlan, dan juga TGH Akhyar Abduh. Hasil survey ini, jelas merubah dan mempengaruhi peta politik di daerah. Jarak waktu yang semakin sempit ini, tentu akan sama-sama dimanfaatin maksimal oleh para bacagub untuk merebut hati pemilih, mencari dan membentuk partai pengusung, dan memilih pasangan/pendamping yang tepat.(ar/ltd)

Kirim Komentar

Tinggalkan Balasan