PGRI Loteng Diduga Pungli Gaji 13 Guru PNS

Ketua PGRI Lombok Tengah, HL Dipta. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Tengah diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap gaji 13 para Guru PNS di wilayah Lombok Tengah.

Informasi yang dihimpun LOMBOKTODAY.CO.ID di lapangan menyebutkan, besaran dugaan pungli yang dilakukan oleh PGRI Lombok Tengah itu adalah sebesar Rp250 ribu per orang yang terdiri dari iuran untuk pembangunan Gedung PGRI Lombok Tengah sebesar Rp150 ribu dan iuran wajib sebesar Rp100 ribu.

Para guru PNS yang ada di Bumi bermotokan Tatas Tuhu Trasna (Tastura) ini merasa keberatan atas kebijakan yang diterapkan oleh pengurus PGRI Loteng itu. Karena tidak ada kesempatan dalam pemotongan gaji 13 tersebut.

‘’Kami tidak pernah diundang rapat untuk membahas perihal pemotongan gaji 13 itu. Tapi, kenapa tiba-tiba ada surat edaran dari pihak PGRI Loteng yang dikirim ke masing-masing sekolah untuk pemotongan gaji 13 itu,’’ kata salah seorang guru PNS yang enggan namanya dipublikasikan.

Sementara itu, Ketua PGRI Lombok Tengah, HL Dipta yang dikonfirmasi membenarkan terkait adanya pemotongan gaji 13 bagi para guru PNS itu. Dana itu, kata Dipta akan dipergunakan untuk melanjutkan pembangunan gedung PGRI Lombok Tengah. Penarikan dana tersebut juga atas kesepakatan para pengurus PGRI dari semua kecamatan dalam rapat yang sudah dilakukan sebelumnya. Sehinga, hal ini tidak masuk dalam pungutan liar (pungli). ‘’Besaran iuran pembangunan PGRI itu sebesar Rp150 ribu, dan ditambah untuk iuran wajib anggota sebesaar Rp108 ribu untuk satu tahun,’’ kata Dipta.

Selama ini, lanjut Dipta, tidak semua guru di Lombok Tengah yang ikut berpartisipasi dalam iuran tersebut. Sehingga pihaknya juga tidak melarang kepada guru yang tidak mau menyumbang atau sifatnya tidak dibebankan. Dan jangan dikira uang sumbangan itu bisa terkupul kalau dikalikan dengan jumlah guru di Lombok Tengah. Mengingat tidak semua guru yang aktif untuk menyumbangkan dananya. ‘’Perlu saya tegaskan bahwa sumbangan itu semata-mata untuk melanjutkan pembangunan gedung PGRI Lombok Tengah,’’ ungkapnya.(ROS)

Kirim Komentar

Leave a Reply