Hentikan Intimidasi Petani Sambelia

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kurang lebih sebanyak 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Kabupaten Lombok Timur melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPRD dan ke kantor bupati Lombok Timur, Senin (17/7). Mereka melakukan aksi demontrasi tak lain untuk menuntut agar tidak ada lagi intimidasi terhadap para petani Sambelia. ‘’Hentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap para petani Sambelia, yang lahannya dikuasai oleh perusahaan,’’ kata massa secara bergantian saat berorasi di simpang empat BRI Cabang Selong.

DEMO: Suasana orasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Kabupaten Lombok Timur di simpang empat BRI Cabang Selong. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

Menurut massa, para petani yang lahannya dikuasai perusahaan itu, sejatinya sudah dikuasai sejak lama oleh para petani. Namun, pengusiran dilakukan dengan kekerasan oleh pihak aparat keamanan, bahkan sampai ada beberapa petani yang ditangkap. ‘’Kasus agraria ini terjadi adalah bentuk ketidakberpihakan pemerintah pada rakyat,’’ ungkapnya.

Sehingga dalam tuntutannya, massa meminta agar perusahaaan yang menguasai lahan tersebut untuk segera keluar. Termasuk menuntut untuk menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap para petani sambelia, serta cabut ijin perusahaan yang menguasai lahan saat ini. ‘’Pemkab Lombok Timur dan Pemprov NTB hendakanya memberikan dukungan kepada para petani,’’ pintanya.(DIM)

Kirim Komentar

Leave a Reply