Monday, 24 July 2017

Pelajar NAD-NTB Adakan Program SMN

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia dengan PT Jasa Raharja (Persero), PT Indofarma Tbk dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sejak tahun 2015 lalu meluncurkan Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN). Program yang berbentuk pertukaran pelajar antar provinsi se-Indonesia itu, sangat strategis dalam menumbuhkan semangat persaudaraan serta persatuan dan kesatuan diantara pelajar guna menjaga keutuhan NKRI.

Sebab, dengan saling mengenal kebudayaan dan keperibadian satu sama lain, akan lahir generasi bangsa yang berwawasan luas, berkarakter dan mencintai tanah air dan bangsanya. Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin menegaskan, hal itu saat acara penerimaan dan pelepasan 49 orang siswa/siswi peserta SMN dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) untuk NTB, dan siswa/siswi dari NTB untuk Provinsi NAD, saat berada di Ruang Rapat Utama  kantor Gubernur NTB, Senin (24/7).

Saat itu, Wagub NTB, H Muh Amin juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terlaksananya program pertukaran ini secara berkelanjutan. ‘’Ini menjadi modal bagi kita untuk membangun, menggali informasi, dan mengambil pelajaran dari setiap perjalanan kita,’’ katanya.

Program SMN merupakan kegiatan mengajak ribuan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia untuk saling berkunjung ke berbagai provinsi di tanah air. Perwakilan peserta dari NTB untuk Aceh tahun ini sebanyak 23 orang ditambah pendamping tiga orang. Mereka semua berasal dari siswa-siswi SMA, SMK dan SLB. Sedangkan dari Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) untuk NTB juga sebanyak 23 orang termasuk pendamping tiga orang.

Perwakilan Kementerian BUMN, Ony Suprihartono juga memaparkan bahwa Siswa Mengenal Nusantara (SMN) sudah dimulai sejak 2015 lalu dan merupakan program berkelanjutan. Tak hanya itu, pihaknya juga meluncurkan program-program bantuan lainnya seperti bantuan laboratorium bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Bedah Rumah Veteran, Pembinaan Eks Nara Pidana (Napi), Pembinaan Mantan Atlet, dan Pembinaan Desa Tertinggal.

Ony Suprihartono menjelaskan tujuan diadakan program SMN ini, tak lain untuk menanamkan sejak dini kepada para siswa-siswi cinta tanah air, menghargai perbedaan dari berbagai macam dan bentuk suku, budaya, ras dan agama. Sebab, jika tidak dikelola sejak dini dengan baik, akan berpotensi pada perpecahan. ‘’SMN hadir untuk menjaga kebhinekaan nilai luhur bangsa,’’ katanya.

Program-program yang ingin dicapai dengan adanya SMN ini adalah memperoleh wawasan sosial budaya, wawasan pendidikan, wawasan enterpreneurship, dan wawasan pengenalan terhadap BUMN. Meski program ini hanya seminggu saja, ia berharap kesempatan yang ada digunakan sebaik-baiknya. Dan kepada para peserta dimintanya untuk menjaga nama baik perwakilan provinsi masing-masing, serta saling menghormati. ‘’Ambil nilai positif dari setiap daerah yang dituju, publikasikan dan tulis pengalaman yang dirasakan,’’ ungkapnya.

Sebelumnya ditempat yang sama, Direktur Jasa Raharja, Budi Setyarso selaku panitia dalam laporannya memaparkan, tahun ini program yang diselenggarakan BUMN, selain SMN juga ada program lainnya seperti bedah rumah untuk veteran di NTB sebanyak lima puluh (50) unit rumah. Sebelum melepas siswa-siswi SMN, Wagub NTB, H M Amin melakukan pelepasan dan penerimaan peserta SMN yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan peserta dari NTB atas nama Arya Nusa Wahyu Nurada dan dari Nanggroe Aceh Darusalam  (NAD )atas nama Fakhir.(wan)

Kirim Komentar

Tinggalkan Balasan