Friday, 4 August 2017

Pengiriman Puluhan Calon Tenaga Kerja Illegal Digagalkan

LOTENG, LOMBOKTODAY.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Tengah berhasil menggagalkan pengiriman puluhan orang calon tenaga kerja illegal. Puluhan orang calon tenaga kerja itu berhasil ditertibkan saat ditelantarkan keberangkatannya di kantor salah satu travel yang ada di Praya, Lombok Tengah, pada Jumat (04/8). ‘’Ada informasi dari masyarakat, sehingga saya langsung periksa dokumen keberangkatan yang dimiliki. Ternyata tidak ada, sehingga langsung ditertibkan,’’ kata pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah, Masrun kepada wartawan, di Praya, Lombok Tengah.

DIAMANKAN: Puluhan calon tenaga kerja yang hendak akan dikirim, akhirnya berhasil diamankan. (Foto: Akhyar Rosidi/Lomboktoday.co.id)

Masrun menjelaskan, mereka diamankan lantaran tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Kuat dugaan jika calon tenaga kerja itu akan diperjual-belikan dan menjadi korban perdagangan manusia. Meski dari pengakuan calon tenaga kerja tersebut akan dipekerjakan melalui program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD). Dengan tujuan kerja ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. ‘’Jumlahnya sebanyak 21 orang, satu diantaranya seorang perempuan. Sebelumnya juga ada sekitar 15 orang dari kelompoknya yang sudah diberangkatkan,’’ ungkapnya.

Adapun calon tenaga kerja itu, berasal dari berbagai daerah. Daintaranya, dari Pulau Sumbawa, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur. Dan yang akan diberangkatkan ini, tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Seperti surat jalan serta surat perjanjian kerja dengan daerah tujuan.

Bahkan, lembaga yang memberangkatkan mereka ini, juga tidak diketahui. Tapi, dari pengakuan para calon tenaga kerja tersebut, jika lembaga yang memberangkatkan mereka itu berasal dari Kabupaten Lombok Timur. ‘’Tidak ada surat pengantar sama sekali yang dibawa. Kalau terjadi sesuatu terhadap mereka, siapa yang akan bertanggungjawab nantinya. Pokoknya ini benar-benar illegal,’’ ujarnya.

Menurutnya, untuk menjadi tenaga kerja, baik antar daerah maupun ke luar negeri, sudah seharusnya dilengkapi dengan surat dan dokumen resmi. Tidak hanya itu, ada aturan dan prosedur yang mengatur. ‘’Itu yang tidak terpenuhi. Kalaupun lewat AKAD, sudah ada aturannya. Tidak bisa sembarangan diberangkatkan,’’ tegasnya.(ROS)

Kirim Komentar

Tinggalkan Balasan