Gubernur NTB Berkunjung ke Ponpes Al-Kautsar Al-Akbar Medan

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memberikan tausiyah kepada santri dan santriwati Ponpes Al-Kautsar Al-Akbar Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

SUMATERA UTARA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Saat melaksanakan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kautsar Al-Akbar, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi disambut pemimpin Ponpes tersebut, Syaikh Ali Akbar Marbot yang merupakan adik kelas dari kakek Gubernur, TGKH Zainuddin Abdul Majid ditemani ratusan santri dan santriwati.

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi saat memberikan tausiyah kepada santri dan santriwati Ponpes Al-Kautsar Al-Akbar Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Saat itu, Gubernur NTB diberikan hadiah kain ulos panjang sebagai tanda tamu kehormatan. ‘’Ulos panjang ini juga merupakan bentuk harapan supaya hubungan ini berumur panjang,’’ kata Syaikh Ali Akbar Marbot sembari memakaikan kain ulos untuk Gubernur NTB, di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu malam (05/8).

Pondok Pesantren yang didirikan sejak tahun 1982 silam itu, terletak di jantung Kota Medan. Meski berada di pusat keramaian kota, namun keteduhan dan pola pendidikan di Ponpes tersebut, membuat suasana di dalamnya tetap menjadi tempat yang tenang untuk menuntut ilmu.

Sehingga, Ponpes tersebut kini telah berhasil memiliki ribuan lulusan yang telah bekerja di berbagai sektor. Kekuatan jaringan Ponpes ini merupakan modal yang kuat untuk membangun Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini terus berikhtiar mewujudkan masyarakat yang beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera.

Kunjungan silahturahmi Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi bersama rombongan di Ponpes ini, terbilang cukup lama. Berlangsung hampir selama lebih dari empat jam. Selama silaturahim berlangsung, tampak diliputi rasa antusias yang tergambar jelas dari raut muka para santri dan santriwati yang berebut bersalaman dengan Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Selain memberikan tausiyah kepada para santri dan santriwati, kunjungan silaturahim itu juga diisi doa bersama untuk kebaikan bangsa.

Dalam tausiyahnya, TGB mengajak para santri untuk terus menuntut ilmu dan menjadi obor penerang bangsa di masa depan. ‘’Harapan Indonesia adalah anak-anak pesantren. Di pesantren tidak ada tawuran, tidak ada penyalahgunaan narkoba. Karena itu, pesantren adalah persemaian anak bangsa,’’ katanya.(wan/ar/ltd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *