177 Pejabat Pemprov NTB Dimutasi

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sedikitnya 177 orang pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkena gerbong mutasi, Senin (14/8). Pengambilan sumpah janji jabatan dilakukan di Gedung Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB oleh Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin. Dari 177 orang itu, diantaranya; pejabat eselon II sebanyak lima (5) orang, eselon III sebanyak 52 orang dan eselon IV sebanyak 120 orang. Dan ada Sembilan orang pejabat, baik itu pejabat eselon III maupun eselon IV tidak mendapatkan jabatan, karena akan memasuki batas usia pensiun.

SELAMAT: Wagub NTB, H Muh Amin didampingi Sekda NTB, H Rosiady Sayuti bersalaman memberikan selamat kepada para pejabat lingkup Pemrov NTB yang terkena mutasi. (Foto: L Mandra Setiawan/Lomboktoday.co.id)

Adapun nama-nama pejabat eselon II yang terkena mutasi itu, yakni; Dr Manggaukang—sebelumnya Karo Perekonomian Setda Provinsi NTB, dimutasi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan. Dr H Abdul Hakim—sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi NTB, menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik. Rusman, MH—sebelumnya menjabat sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB, dimutasi sebagai Kepala Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi NTB. Dr Ashari—sebelumnya menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik, menduduki jabatan baru sebagai Kadis Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB. HL Saswadi—sebelumnya Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, menduduki jabatan baru sebagai Kadis Koperasi UKM Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin dalam sambutannya mengatakan, bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) ditempatkan di manapun dan di posisi apapun, haruslah dapat diterima dengan baik, tulus dan ikhlas. ‘’Ini juga menunjukkan kepada kita semua, bahwa tidak ada sesuatu pun yang tetap, karena pasti akan melalui perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dari yang sebelumnya,’’ kata Wagub NTB, H Muh Amin.

Pihaknya berharap, seiring dengan telah disahkannya APBD Perubahan tahun 2017, maka program-program yang telah direncanakan haruslah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan memastikan pencapaian target-target secara kualitatif maupun secara kuantitatifnya dengan maksimal. ‘’Evaluasi juga harus terus dilakukan terhadap setiap pelaksanaan program yang dilakukan, khususnya terhadap realisasi keuangannya. Ini sudah memasuki pertengahan tahun, sehingga kita harapkan nanti pada bulan November dan Desember mendatang, sudah tidak ada lagi program-program mengejar jam tayang. Sebab, jika itu terjadi, maka ini tidak baik bagi kualitas program yang kita laksanakan,’’ ungkapnya.

Waktu yang tersisa ini menurut Wagub, dirasa cukup untuk melaksanakan setiap program tersebut dengan cepat atau dengan akselerasi. Masalah ada kendala dalam pelaksanaan program itu, sekiranya sudah menjadi tugas rutin untuk diatasi secara bersama-sama. Pihaknya juga berharap agar dalam pelaksanaan setiap program itu, harus bisa dilakukan langkah koordinasi yang baik dengan pihak kabupaten/kota, terutama dengan kepala daerah setempat.

Dan harus bisa dipastikan bahwa koordinasi itu adalah produktif bagi Pemprov NTB dan bagi kabupaten/kota, sehingga bisa dipastikan agar setiap kewenangan daerah yang dialihkan ke provinsi bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.(wan)

Kirim Komentar

Leave a Reply