Sampoerna untuk Indonesia Selenggarakan Seminar Orang Tua di 36 Sekolah

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sampoerna untuk Indonesia, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan di bawah payung PT HM Sampoerna Tbk bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach menyelenggarakan Seminar Orang Tua di 36 SD/MI di wilayah Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah. Seminar diselenggarakan dari rentang waktu 21-26 Agustus 2017 di masing-masing sekolah.

SEMINAR: Suasana Seminar Orang Tua SD/MI di wilayah Kabupaten Lombok Timur yang diselenggarakan oleh Sampoerna untuk Indonesia, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan di bawah payung PT HM Sampoerna Tbk bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

Kegiatan menghadirkan orang tua/wali murid, perwakilan HM Sampoerna Tbk, Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF SDO), PT Sadhana Arifnusa, PT Alliance One Indonesia (AOI), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Komite Sekolah, dan segenap stakeholder penting dari masing-masing sekolah. Total peserta yang hadir lebih kurang 4.500 peserta yang tersebar di 36 SD/MI.

Seminar Orang Tua bertujuan memberikan penjelasan kepada warga sekolah, terutama orang tua/wali murid tentang program ekstrakurikuler yang dijalankan di sekolah; visi-misi, tujuan program, jenis kegiatan yang dijalankan, para trainer (pelatih), guru pendamping, dan jadual pelaksanaan. ‘’Program ekstrakurikuler diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi siswa-siswi untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Anak-anak diharapkan tidak lagi bekerja atau dipekerjakan di kegiatan pertembakauan yang berbahaya dengan aktif mengikuti program ekstrakurikuler di sekolah,’’ kata Project Leader PSF SDO, Muslich.

Manager Stakeholder Relations & CSR Facilities PT HM Sampoerna Tbk, Mahfud Syah menyatakan, Sampoerna untuk Indonesia berharap tidak ada lagi tenaga kerja anak di Lombok, terutama yang terkait dengan kegiatan pertembakauan. Anak-anak perlu mendapatkan haknya sebagai anak untuk tumbuh kembang secara optimal. Anak-anak usia SD diperkenankan membantu orang tua sebatas untuk pekerjaan-pekerjaan ringan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Muhir menyampaikan, pihaknya sangat mendukung dilaksanakannya program pengembangan ekstrakurikuler di sekolah untuk wilayah Lombok Timur. ‘’Program ekstrakurikuler adalah bagian dari program penguatan pendidikan karakter. Kami berharap agar karakter anak-anak dapat tumbuh dan berkembang seiring dengan ranah akademik yang sedang berjalan,’’ katanya.(DIM/adv)

Kirim Komentar

Leave a Reply