Bupati Sholat Idul Adha di Taman Tugu

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Bupati Lombok Timur, HM Ali Bin Dachlan bersama anggota FKD, kepala SKPD dan ribuan jamaah melaksanakan sholat Idul Adha 1438 Hijriyah di Taman Tugu Selong, Lombok Timur, Jumat pagi (01/9). Kegiatan sholat Idul Adha tersebut berlangsung khidmat. Bertindah selaku imam sholat Idul Adha yaitu Ustaz Mas’ud Hazri dan sebagai khotib adalah TGH Hamzah Abdul Halim.

SHOLAT IDUL ADHA: Suasana sholat Idul Adha 1438 Hijriyah di Taman Tugu Selong, Lombok Timur. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

Khotib sholat Idul Adha, TGH Hamzah Abdul Halim dalam khotbahnya mengulas kisah pengorbanan Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah. Meski terasa berat perintah itu, namun dilaksanakan dengan penuh keikhlasan oleh kedua Nabi tersebut untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. ‘’Mari kita belajar dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail yang miliki semangat berqurban yang tinggi,’’ kata Hamzah.

Selain itu, ia meminta kepada para pemimpin di daerah ini agar Hari Raya Qurban ini hendaknya dijadikan pegangan bagi seorang pemimpin untuk menjalankan amanahnya. Tapi di sisi lain, dengan kondisi pemimpin saat ini, banyak orang kaya setelah menjadi pemimpin daerah. Artinya, banyak orang yang tidak memiliki harta, dan tiba-tiba melimpah ruah setelah menjadi penguasa, sedangkan rakyat menderita dan angka kemiskinan semakin meningkat.

Begitu juga perbedaan pemimpin Islam sebelumnya dengan semangat pengorbanan karena Allah untuk rakyat dengan datang bukan untuk memerintah dan menjadi penguasa melainkan memimpin untuk melayani dan berkorban apa yang telah mereka miliki untuk rakyat dan negeri ini. ‘’Pemimpin datang untuk memperjuangkan nasib dan penderitaan rakyatnya dengan membenahi kehidupan rakyatnya, bukan untuk memperkaya diri dan keluarga dan golongannya,’’ ungkapnya.

Mengakhiri isi khotbahnya, TGH Hamzah mengharapkan agar moment Idul Adha ini hendaknya bisa dijadikan bahan intropeksi diri terhadap apa yang telah diperbuat, apakah sudah baik atau tidak untuk kemudian diperbaiki dimana letak kekurangan atas apa yang telah diperbuat. ‘’Semangat berqurban harus terus digelorakan dalam mengambil hikmah di balik semua itu dengan mengambil pelajaran dari para nabi-nabi terdahulu,’’ ujarnya.(DIM)

Kirim Komentar

Leave a Reply