Wagub NTB Buka Festival Pesona Moyo 2017

FESTIVAL PESONA MOYO: Suasana saat pembukaan acara Festival Pesona Moyo tahun 2017 di halaman kantor bupati Sumbawa, Minggu malam (10/9). (Foto: L Mandra Setiawan)

SUMBAWA, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sejak diluncurkan Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi, 18 Agustus 2017 lalu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata Provinsi NTB telah menggelar berbagai event yang masuk dalam agenda Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017. Salah satu dari 28 acara utama dan 39 rangkaian acaranya adalah Festival Pesona Moyo, yang digelar di halaman kantor bupati Sumbawa, pada Minggu malam (10/9).

FESTIVAL PESONA MOYO: Suasana saat pembukaan acara Festival Pesona Moyo tahun 2017 di halaman kantor bupati Sumbawa, Minggu malam (10/9). (Foto: L Mandra Setiawan/Lomboktoday.co.id)

Festival Moyo tahun 2017 ini terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya dilaksanakan pada siang hari dan terkesan seremonial, tapi tahun ini kegiatannya dilaksankan pada malam, terkesan santai, romantic, syahdu dan penuh kemeriahan.

Apalagi ditampilkan pertunjukan tarian budaya dari Suku Sasak, Samawa dan Mbojo (SASAMBO), yang menjadikan acara ini meriah dan menghibur seluruh tamu dan masyarakat yang turut menyaksikan agenda tahunan ini. Kegiatan tersebut berlangsung sebulan penuh, dari 10 September hingga 8 Oktober 2017 mendatang.

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin saat membuka acara tersebut menegaskan, kegiatan semacam ini harus mampu dimanfaatkan sebagai ajang untuk membangkitkan seni budaya dan ekonomi kreatif dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata. Karena, sektor ini telah nyata bisa mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat, dengan multiplier effect yang berdampak besar bagi tumbuhnya sektor-sektor lain.

Wagub yang merupakan putra kelahiran Sumbawa ini mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan pariwisata. Terlebih, pembangunan infrastruktur dasar seperti air, listrik, jalan, fasilitas keamanan daerah, lembaga pelaku wisata, terus dilakukan dan ditata dengan baik.

Jika ini sudah disiapkan, maka secara otomatis pengembangan pariwiata di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, akan berjalan semakin maju. Di sisi lain, Wagub juga menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB terus mengembangkan pembangunan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa secara proporsional sesuai dengan potensi dan sumber daya yang tersedia.

Ia memastikan tidak ada disparitas perlakuan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Hanya saja, kedua pulau besar tersebut memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang berbeda. ‘’Marilah kita memberikan pengabdian terbaik kita. Mulai kepada daerah sampai kepala desa harus bersatu, menyatukan tekad, semangat dan tujuan untuk membangun daerah kita tercinta ini,’’ ajak Wagub.

Bupati Sumbawa, H Husni Jibril dalam sambutannya mengaku sangat gembira dengan terselenggaranya acara pembukaan Festival Pesona Moyo yang berlangsung sangat meriah itu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah mendukung dan menginisiasi kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB yang telah bekerja keras menata dan menyusun acara ini sedemikian meriahnya. Sehingga dapat terlaksana dan masuk sebagai kalender event pariwisata NTB.

Husni Jibril meminta kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal untuk memperhatikan potensi pariwisata yang dimiliki Sumbawa saat ini. Sehingga, target nasional untuk kunjungan wisatawan sebesar 3,5 juta di Provinsi NTB bisa tercapai. Ia menjelaskan, di Sumbawa, pendapatan dari satu hotel berbintang bisa mencapai Rp3 miliar per tahun, apalagi kalau banyak hotel. ‘’Mari segera kita tuntaskan grand design induk pariwisata. Jika langkah-langkah ini bisa kita implementasikan, maka mimpi pariwisata Sumbawa maju akan terwujud,’’ katanya.

Sekretasis Daerah Sumbawa, Drs H Rasydi, selaku Ketua Panitia Pelaksana melaporkan, Festival Pesona Moyo sudah diselenggarakan sebanyak enam kali sejak tahun 2012 lalu. Dan tahun 2017 ini, Panitia Pelaksana mengangkat tema ‘’Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Investasi’’.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan pembangunan dan UMKM sebagai basis pengembangan ekonomi masyarkat. Juga memperkenalkan pesona keindahan alam, budaya dan kuliner, guna mendungkung peningkatan kunjungan wisatawan, khusunya di Pulau Sumbawa.

Adapun rangkaian kegiatannya meliputi; Karnaval, Pawai Budaya, Pagelaran Budaya, Pameran Expo UMKM, Temu Usaha UMKM, Dialog Pariwisata, Jambore Kader Konserpasi, Jelajah Alam Pulau Moyo, Main Jaran, Melala Satu Muharram, Balap Sampan, Mision Contest, Diskusi Budaya, Focus Group Discussion Pariwisata, Gebyar Pesta Jagung, Rantok 1.000 Denek, Samawa Sepuloka, Pentas Budaya Empang, Barapan Kebo, dll.

Acara pembukaan dihadiri pula oleh Wakil DPRD NTB, TGH Mahally Fikri dan perwakian dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar RI, Moh Hairul Anwar, Kabid Wisata dan Pasar Wisata Alam, Asdep Analis Data Pasar, para tokoh adat, budayawan, pejabat Pemkab dan masyarakat  Sumbawa.(wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *