Diusir Paksa Aparat, Warga Jurang Koak Melawan

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Aparat gabungan Polri, TNI dan TNGR, Sabtu (16/9), saat melakukan pengusir terhadap warga yang ada di lahan hutan yang berlokasi di Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, mendapat perlawanan dari ratusan warga. Dimana, pada saat aparat masuk ke lokasi, ratusan warga menggunakan bambu runcing, parang, ketapel dan kayu untuk menghalau kedatangan aparat yang melakukan penertiban. Sebelum aparat gabungan melakukan penertiban terhadap warga yang menguasi hutan Pesugulan sejak 2015 lalu, dari pihak aparat terlebih dahulu mengimbau kepada warga untuk segera keluar dari lokasi hutan sebelum dipaksa keluar. ‘’Kami mengimbau warga untuk segera keluar dengan baik-baik tanpa melakukan perlawanan sebelum kami bergerak untuk membubarkan kalian,’’ kata Karo Ops Polda NTB, Kombes Polisi I Made Maningkajaya menggunakan pengeras suara.

LAWAN APARAT: Ratusan warga Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur melakukan perlawanan terhadap aparat pada saat aparat gabungan Polri, TNI dan TNGR melakukan penertiban di lokasi hutan yang merupakan milik TNGR. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

Tapi, usaha yang dilakukan aparat hanya sia-sia belaka. Karena warga tetap bersikukuh untuk mempertahankan tanah yang dikuasinya saat ini sebagai tanah adat peninggalan nenek moyang mereka. ‘’Kami akan tetap melawan untuk mempertahankan tanah ini. silakan saja pak polisi tembak kami, dan kami tidak takut,’’ teriak ratusan warga sambil membawa bambu runcing.

Warga Jurang Koak dengan membawa anak bayi, anak masih usia sekolah dan perempuan maupun laki-laki dewasa serta orang tua terus bersemangat melakukan perlawanan. Tapi, setelah anggota disiagakan di depan ratusan warga Jurang Koak untuk memukul mundur. Akhirnya warga pun mulai mundur. Apalagi setelah petugas melepaskan tembakan gas air mata, membuat warga langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Lebih-lebih setelah melihat pasukan bersenjata lengkap berada di belakang mereka. ‘’Silakan warga untuk bubar, jangan ada yang berani melakukan perlawanan. Karena, apa yang kami lakukan ini adalah tugas negara dan dilindungi Undang-Undang,’’ ungkap I Made Maningkajaya.

Menurut Mangingkajaya, bahwa warga diperalat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dimana, oknum tersebut mencoba untuk membenturkan warga dengan aparat. Sementara oknum tersebut saat ini tidak kelihatan batang hidungnya di lokasi. ‘’Rekan-rekan media sudah tau siapa yang di maksud oknum tersebut. Oknum tersebut berusaha untuk memprovokasi warga agar tetap bertahan di lokasi yang bukan milik mereka,’’ ujarnya.

Hasil pantauan LOMBOKTODAY.CO.ID di lapangan, terlihat warga yang membawa sajam, bambu runcing maupun alat yang digunakan untuk melawan petugas, langsung diambil dan diamankan sebagai barang bukti (BB). Begitu juga aparat berhasil memukul mundur ratusan warga Jurang Koak, termasuk berhasil menguasai lahan milik TNGR dari tangan warga yang luasnya ratusan hektare tersebut, setelah dua tahun lamanya dikuasai oleh warga. ‘’Warga jangan mau diperalat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan ini, karena lahan ini sudah jelas milik TNGR sesuai aturan yang ada,’’ tegas Kepala Balai TNGR NTB, Agus Budi Santoso.(DIM)

Kirim Komentar

Leave a Reply