1.030 Warga Lotim Terjangkit TB

Kadis Kesehatan Lotim, drg Asrul Sani. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)
Kadis Kesehatan Lotim, drg Asrul Sani. (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sesuai hasil pendataan, jumlah kasus penyakit Tuberkulosis (TB) di wilayah Kabupaten Lombok Timur dinilai masih cukup tinggi. Pihak Dinas Kesehatan Lombok Timur terus melakukan pencarian terhadap masyarakat penderita TB. ‘’Angka penderita TB di Lotim masih tinggi. Tercatat dari target 2.500 orang, terdata sebanyak 1.030 orang yang mengalami penyakit TB,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, drg Asrul Sani dalam kegiatan Program Advokasi TB, di kantor PMI Selong, Lombok Timur, Senin (18/9).

Menurut Asrul, terhadap masyarakat yang terserang TB itu, langsung dilakukan penanganan. Hanya saja dalam melakukan penanganan dan pengawasan, tidak bisa dilakukan terus-menerus, mengingat keterbatasan petugas. ‘’Kemampuan Dikes untuk melalukan deteksi di tengah masyarakat mengalami kesulitan, selain kekurangan tenaga,’’ ungkapnya.

Penyakit TB ini, lanjutnya, ibarat gunung es. Selain menular, penangannya juga cukup lama. Karena keterbasatan tenaga tersebut, menurut Asrul, pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan terus-menerus terhadap para penderita TB ini.

‘’Masalah ketersediaan obat untuk penderita TB, sejatinya tidak ada masalah, karena tercukupi. Dan pengobatan dilakukan ketika penderita TB dinyatakan positif TB,’’ ujarnya.

Hanya saja, masih banyak masyarakat yang takut datang ke Puskesmas untuk berobat. Padahal, obat yang diberikan itu gratis. ‘’Tak dipungkiri tentang keengganan masyarakat kita untuk datang ke Puskesmas. Mereka mengira kalau obat yang diberikan itu harus dibayar, padahal kita berikan secara gratis,’’ pungkasnya.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *