Sambut 1 Muharram, Pimpus Muslimat NW Pawai Adat Nine Bekereng

PAWAI ADAT: Dalam menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NW menggelar pawai adat ‘’Nine Sasak Bekereng Bebendang’’, Selasa (19/9). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NW menggelar pawai adat ‘’Nine Sasak Bekereng Bebendang’’, Selasa (19/9). Kegiatan pawai adat itu, startnya dimulai dari Desa Rempung dan finish di Pondok Pesantren Syeikh Zainuddin NW Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur. Kegiatan pawai diikuti oleh ribuan peserta yang merupakan perwakilan Muslimat NW se-Pulau Lombok.

PAWAI ADAT: Dalam menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NW menggelar pawai adat ‘’Nine Sasak Bekereng Bebendang’’, Selasa (19/9). (Foto: Dimyati/Lomboktoday.co.id)

Pimpinan Pusat Muslimat NW, Lale Yaqutunnafis saat melepas peserta pawai menjelaskan, kegiatan ini sebagaj bentuk perhatian Muslimat NW kepada budaya dan adat istiadat Kaum Sasak yang sudah mulai tergerus dengan perkembangan zaman. ‘’Adat dan tradisi Sasak harus kita pertahankan, jika kita lihat bahwa kereng/bendang yang kita pakai ini adalah produk asli Sasak, dan hebatnya dikerjakan oleh ibu-ibu. Nah, inilah yang membuat bahwa perempuan adalah kaum yang kuat, dan tidak pernah menyerah dalam berbuat untuk keluarga,’’ katanya.

Kedepan, pemerintah daerah harus serius memperhatikan keberlangsungan adat dan budaya kearifan lokal Sasak Lombok. Sebab, budaya yang terus dilestarikan akan mengangkat perekonomian masyarakat dengan penguatan ekonomi pedesaan, industri rumah tangga seperti kerajinan tenun atau sesek, selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan nilai ekonomisnya, juga memiliki nilai yang tinggi terhadap pariwisata daerah. ‘’Di sinilah Pemda harus berperan aktif untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan dari masing-masing desa,’’ ungkapnya.

Ketua Dewan Nasional AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) Bali-Nusra, Rohani Inta Dewi sangat mengapresiasi kegiatan pawai adat Bekereng Bebendang. Ini adalah salah satu upaya untuk mempertahankan adat Sasak. Kegiatan ini adalah awal untuk Dewan Nasional AMAN Bali-Nusra dengan Muslimat NW dan akan tetap bersinergi untuk kegiatan-kegiatan adat lainnya yang melibatkan kaum perempuan. ‘’Kain (kereng/bendang) yang pernah menyelimuti kita sejak lahir, dan tentunya ini tidak boleh kita lupakan. Tenun adalah identitas, masing-masing kain tenun itu memiliki motif tersendiri yang merupakan ciri khas dari masing-masing desa. Lain desa, lain motif dari kain tenun yang ada dan motif-motif ini memiliki makna filisofis tersendiri,’’ katanya.

Kegiatan pawai adat ini dirangkaikan dengan Persemetonan (Persaudaraan, Red) ‘’Nine Sasak’’ Perempuan AMAN dengan Muslimat NW yang diwarnai dengan sama-sama saling balas membaca Lelakaq Sasak (Pantun Sasak, Red) antara Ketua AMAN Bali-Nusra, Rohani dengan Ketua Pimpus Muslimat NW, Lale Yaqutunnafis, menambah keseruan dan semarak acara tersebut yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta. Dalam kesempatan tersebut, juga diselingi dengan penyerahan cenderamata dari kedua tokoh perempuan Sasak tersebut. dan untuk menghibur peserta dan penonton yang memadati arena, tak lupa pula panitia menyuguhkan berbagai hiburan Sasak yang ditampilkan oleh dedare-dedare (gadis-gadis) Sasak dari berbagai desa di Lombok Timur, dengan nuansa Sasak.(DIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *