Gubernur NTB Ingatkan Umat Islam Tak Tiru Bani Israil

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID—Usai menyerahkan bantuan untuk rakyat Palestina, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi memberikan Kajian Tafsir Alqur’an yang mengupas Alqur’an Surat Al-Baqarah ayat 49, di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Provinsi NTB, Jum’at (16/2).

Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi memberikan Kajian Tafsir Alqur’an yang mengupas Alqur’an Surat Al-Baqarah ayat 49, di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center Provinsi NTB, Jum’at (16/2).

Saat itu, Tuan Guru Bajang (TGB), begitu Gubernur NTB ini biasa disapa mengingatkan kepada umat Islam untuk tidak meniru sikap dan perilaku kaum Bani Israil.

Sikap dan perilaku mereka itu kata TGB, selalu mengingkari janji, melanggar komitmen dan cepat melupakan nikmat Allah. Meskipun kaum Bani Israil ini diberi keistimewaan oleh Allah SWT berupa dilimpahkannya rezeki yang banyak dan tempat dilahirkannya para nabi. Namun, sikap yang melupakan nikmat dan karunia Allah serta melanggar komitmen dan janji tidak boleh diikuti.

Hal itu tergambar dalam Surat Al-Baqarah ayat 49 yang terjemahannya, ‘’Ketika kami menyelamatkan kamu dari Fir’aun dan pengikut-pengikut Fir’aun mereka menempatkan siksaan yang sangat berat kepadamu mereka menyembelih anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu’’.

Ayat ini lanjut TGB, sebelum datangnya Rasulallah, kaum Bani Israil selalu dilimpahkan rezeki yang luar biasa banyaknya oleh Allah SWT. Namun, mereka lupa akan semua itu. Kemudian Allah ingatkan ketika mereka diselamatkan oleh Allah dari siksaan berat yang dilakukan oleh Fir’aun kepada mereka. Yaitu, anak laki-laki dibunuh dan dibiarkannya anak perempuan dan laki-laki remaja dan dewasa hidup. Perilaku Fir’aun ini, jelas TGB adalah cerminan bagaimana Fir’aun membinasakan kaum Bani Israil untuk mempertahankan kekuasaan.

Sejarah ini menurut TGB, mengajarkan manusia bagaimana mensyukuri nikmat yang tidak hanya diberikan pada manusia saat ini. Namun juga nikmat dan karunia yang diberikan kepada orang-orang terdahulu.

‘’Pada para pahlawan Indonesia dulu, Allah karuniakan keberanian, kekuatan untuk berjuang, sehingga kita menikmati kemerdekaan Indonesia saat ini. Kalau Allah binasakan orang tua kita dulu, maka sekarang kita tidak ada. Maka syukurilah nikmat yang diberikan oleh Allah kepada orang tua kita,’’ ungkap TGB.

TGB juga mengajak umat Islam untuk mengambil pelajaran di balik kisah perjuangan Nabi Musa AS. Yaitu, dalam menghadapi Fir’aun, Nabi Musa diberi mukjizat oleh Allah berupa tongkat. Dengan tongkat itu, ada hukum sebab akibat yang diajarkan oleh Allah. Allah memerintahkan Musa memukul tongkat, sehingga muncul mata air dan terbelahnya lautan. Di situ lanjut TGB, ada hukum sebab akibat.

‘’Mudah bagi Allah langsung memancarkan mata air atau membelah lautan. Namun, Allah mengajarkan bahwa ada sebab yang membuat sesuatu itu terjadi,’’ ujarnya.(ar/dra/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply