LSP Pariwisata Anging Mammiri Sertifikasi 250 Tenaga Kerja

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID—Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Anging Mammiri melakukan sertifikasi terhadap 250 orang tenaga kerja bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari 250 orang itu, mereka berasal dari tenaga kerja bidang hotel dan restoran sebanyak 200 orang, sisanya 50 orang adalah tenaga kerja bidang biro perjalanan wisata.

SERIUS: Ratusan peserta serius mendengarkan sambutan-sambutan saat acara pembukaan fasilitasi sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata di hotel Puri Indah Mataram.

Direktur LSP Pariwisata Anging Mammiri, Dr Farid Said mengatakan, fasilitasi sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata ini, diselenggarakan atas kerjasama LSP Pariwisata Anging Mammiri dengan Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI.

SAMBUTAN: Direktur LSP Pariwisata Anging Mammiri, Dr Farid Said saat memberikan sambutan pada acara pembukaan fasilitasi sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata.

‘’Adapun untuk biaya pelaksanaan sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata ini, sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Pariwisata RI melalui APBN 2018. Sehingga kami tidak memungut biaya serupiah pun (alias free, Red) kepada 250 orang peserta. Padahal, kalau kami estimasi biayanya bisa mencapai sekitar Rp1,5 juta per orang,’’ kata Farid Said saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Hotel, Restoran dan Biro Perjalanan Wisata, di Hotel Puri Indah Mataram, Jumat pagi (30/3).

SAMBUTAN: Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Soeharto memberikan sambutan pada acara pembukaan fasilitasi sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata.

Farid Said mengungkapkan, dalam melakukan uji kompetensi ini, pihaknya menerapkan skema Akupasi ASEAN. Sehingga sertifikat yang diterbitkan itu, berlaku secara umum di tingkat ASEAN. ‘’250 orang peserta ini merupakan bagian dari jatah kuota Provinsi NTB tahun 2018 ini sebanyak 400 orang. Dan 400 orang ini murni biayanya dari Kementerian Pariwisata RI,’’ ungkapnya.

Jumlah kuota tersebut tentu dinilai masih sangat sedikit, mengingat di Provinsi NTB masih ada puluhan ribu lebih pekerja bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata yang belum disertifikasi.

BUKA ACARA: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, HL Moch Faozal memberikan sambutan sekaligus membuka acara Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Hotel, Restoran dan Biro Perjalanan Wisata, di Hotel Puri Indah Mataram, Jumat pagi (30/3).

Sebab, sertifikasi ini penting dilakukan agar para pekerja bidang hotel, restoran dan biro perjalanan wisata dapat menjadi lebih kompeten dan bisa bersaing dengan tenaga kerja asing, terutama asal negara-negara ASEAN.

Karena itu, ia berharap kepada pihak Pemda NTB untuk mendorong Kementerian Pariwisata dalam memberikan kuota yang lebih banyak lagi di daerah NTB. Karena dengan adanya sertifikasi ini, manfaatnya juga banyak. ‘’Membuat karyawan lebih terampil dan mereka akan ada pengakuan. Mengingat logo yang digunakan adalah logo Garuda,’’ ujarnya.

Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Soeharto mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan sekitar 75 ribu orang tenaga kerja yang disertifikasi. Dari angka tersebut, sebanyak 36.500 orang tenaga kerja berasal dari industry kepariwisataan. Sisanya diberikan kepada siswa SMK Pariwisata dan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata, Politeknik Pariwisata.

Soeharto menjelaskan maksud dan tujuan dilakukan sertifikasi pariwisata ini, yakni untuk meningkatkan mutu dan kualitas para pelaku industry pariwisata. ‘’Kita harus siap bersaing, lebih-lebih pada bulan Desember 2018 mendatang akan dilaunching Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),’’ katanya.

Karenanya, ia memberikan support dan semangat kepada para peserta untuk tidak perlu merasa takut diuji oleh para asesor yang teruji itu. Karena para asesor ini adalah orang-orang baik. Kendati memang asesor mempunyai hak prerogative mutlak dalam memberikan penilaian kepada para peserta. Artinya, para peserta dinyatakan kompeten atau belom kompeten, itu tergantung dari hasil penilaian para asesor tersebut. ‘’Pokoknya kita harus menjadi pemain di negeri sendiri, dan tidak boleh menjadi penonton,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, HL Moch Faozal saat memberikan sambutan, ia justeru lebih banyak berbagi pengalaman hasil kunjungannya ke sejumlah Negara di Eropa dan Asia kepada para peserta. ‘’Kalau saya bandingkan pelayanan hotel yang ada di Negara Eropa, tentu sangat jauh lebih baik pelayanan hotel yang ada di Negara Asia dan ASEAN,’’ katanya.

Jadi, menurut Faozal, sertifikasi tenaga kerja ini sangat penting bagi hotel dalam meningkatkan pelayanannya. Karena ada peningkatan skill sesuai bidangnya masing-masing. Sebab, ketika pelayanan yang diberikan oleh hotel tersebut tidak sesuai, maka hotel bersangkutan akan ditinggal oleh konsumennya/tamu.

Karena itu, pihaknya terus mendorong hotel-hotel di daerah NTB agar karyawannya ikut sertifikasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi karyawan tersebut, terutama dalam menghadapi persaingan secara global. Lebih-lebih dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bisa mengancam tenaga kerja yang ada.‎

‘’Alhamdulillah ruang kosong kita ini telah diisi oleh Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan LSP Anging Mammiri. Jujur, kami dari Dinas Pariwisata NTB belum siap melakukan sertifikasi ini,’’ ungkapnya.

Di penghujung sambutannya, HL Faozal membuka secara resmi acara Fasilitasi Sertifikasi Uji Kompetensi Sektor Pariwisata Bidang Hotel, Restoran dan Biro Perjalanan Wisata.(ar/is/adv)

Kirim Komentar

Leave a Reply