Pedagang Lotim Menjerit

TUTUP: Toko/ruko/kios yang ditutup pedagang lantaran nilai sewa yang tinggi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

‘’Lantaran Harga Sewa Toko/Ruko yang Selangit’’

 LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID—Para pedagang pasar yang ada di Lombok Timur menjerit lantaran harga sewa toko/ruko yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Lotim, dengan harga selangit. Sehingga hal ini membuat para pedagang harus berpikir seribu kali untuk menyewa toko/ruko di sejumlah pasar yang ada di wilayah Lotim.

TUTUP: Toko/ruko/kios yang ditutup pedagang lantaran nilai sewa yang tinggi. (Foto: Syamsurrijal/Lomboktoday.co.id)

Seperti halnya di Pasar Umum Masbagik, Pasar Umum Paok Motong, Pasar Umum Rensing, Pasar Umum Terara dan pasar lainnya. Terutama terhadap pasar yang baru selesai dibangun untuk ditempati oleh para pedagang. ‘’Kami akui memang harga sewa toko/ruko/kois di Lotim, harganya selangit,’’ kata Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Lotim, Efendi kepada wartawan di Selong, Lotim, Senin (09/4).

Ia mengatakan, pedagang merasa keberatan dengan tingginya harga sewa toko/ruko/kios di Lotim, apabila dibandingkan dengan harga sewa toko/ruko/kois di wilayah Kota Mataram, yang justeru jauh lebih murah.

Terbukti di Lotim hanga sewa sebesar Rp24 juta per tahun, sementara di Kota Mataram harga sewa sebesar Rp6.804.000 per tahun. Pemerintah daerah memang telah mengeluarkan Perbup mengenai penurunan harga sewa, tapi itu tidak berpengaruh terhadap pedagang.

Karena pedagang bukan membutuhkan pasar baru, melainkan penurunan harga sewa ruko yang terjangkau dan murah. Belum lagi dengan pasar yang baru selesai dikerjakan, ada yang bocor. ‘’Dengan tingginya harga sewa membuat para pedagang menutup dagangannya. Ini bisa dilihat di sejumlah pasar di Lotim,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Lotim, Salmun Rahman saat dikonfirmasi mengaku bila Lotim merupakan yang paling murah harga sewanya apabila dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Apalagi dengan adanya penurunan harga sewa yang diberikan pemerintah kepada pedagang. ‘’Memang sih sebelumnya kami menerima protes dari para pedagang atas tingginya harga sewa toko/ruko/kios di pasar yang dikelola pemerintah daerah,’’ katanya.(SR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *