Rohmi Ajak Kaum Perempuan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

118

SUMBAWA, LOMBOKTODAY.CO.ID—Calon Wakil Gubernur NTB Nomor Urut 3, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengajak masyarakat di daerah ini untuk dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena kaum wanita turut berperan penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga. Peran itu perlu terus dioptimalkan melalui implementasi 10 program pokok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang menjadi agenda utamanya dalam memimpin Provinsi Nusa Tengga Barat untuk 5 tahun kedepan periode 2018-2023.

Calon Wakil Gubernur NTB Nomor Urut 3, Hj Sitti Rohmi Djalilah berada di tengah-tengah undangan saat menghadiri acara perkawinan keluarga besar Sanusi di Dusun Hijrah, Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Senin (09/4).

Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan atas nama keluarga dalam kunjungan siraturrahmi pada acara perkawinan keluarga besar Sanusi di Dusun Hijrah, Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Senin (09/4).

Hj Sitti Rohmi mengajak seluruh kaum perempuan mulai dari provinsi, kabupaten/kota se-NTB, kecamatan, kelurahan dan desa, bersama-sama bergandeng tangan untuk mewujudkan peningkatan ekonomi keluarga. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak masyarakat dan kaum prempuan untuk mencoblos nomor 3 pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, 27 Juni 2018 mendatang.

‘’Seperti meningkatkan pola asuh anak. Mengingat pada masa sekarang ini banyak kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan LGBT. Jangan sampai anak-anak yang kita cintai ini terpengaruh dengan perilaku itu,’’ katanya sembari menjelaskan, tindakan menyimpang ini perlu ditangkal dari dalam keluarga.

Peranan wanita lainnya secara lebih luas di dalam kehidupan masyarakat, tentunya harus dimplementasikan dengan 10 program PKK. Sehingga kehadiran kaum perempuan sebagai ujung tombak pembangunan keluarga, benar-benar semakin dirasakan manfaatnya. Tidak hanya dalam lingkup organisasi wanita, tapi dampaknya sangat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

‘’Sungguh disayangkan bila pada era modern seperti sekarang ini masih banyak wanita muda Indonesia yang belum mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Padahal, jika wanita punya pendidikan yang memadai, mereka akan lebih mandiri di masa depan dan berkontribusi bagi keluarga,’’ ungkap Rohmi di hadapan ratusan undangan yang didominasi kaum perempuan itu.

Rohmi  menyayangkan banyak hal yang menjadi penghambat wanita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di kota besar, masih sedikit wanita yang berpendidikan hingga jenjang Strata 2 dan Strata 3. Sementara di daerah masih banyak wanita yang belum S1. ‘’Kendala finansial masih menjadi penghambat wanita untuk kuliah. Selain itu, stereotipe gender yang menyatakan bahwa wanita tugasnya di dapur, juga menjadi salah satu penyebab tingkat pendidikan wanita belum setara dengan pria. Ditambah aturan-aturan adat di daerah, untuk itu wanita harus mampu berperan aktif dalam pembangunan,’’ jelas Rektor Universitas Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur ini.

Menurutnya, wanita berpendidikan sangat menguntungkan dalam banyak hal. Baik bagi lingkungan, diri sendiri, pasangan, dan keluarga. ‘’Kalau wanita berpendidikan lalu mereka berkarier dan memiliki penghasilan, mereka berkontribusi bagi banyak hal. Wanita pasti mandiri secara finansial, berkontribusi meningkatkan kesejahteraan keluarga bersama pasangan, khususnya soal tumbuh-kembang anak. Wanita berpendidikan pasti ingin anaknya sehat, sehingga memberikan imunisasi yang paling bagus, dan memilih pendidikan yang baik,’’ ujarnya.

Tapi sayangnya, sambung Cawagub NTB yang diusung Partai Demokrat dan PKS ini menilai masih banyak anggapan yang menyebut bahwa wanita yang berpendidikan dan berkarier, mereka hanya menghabiskan pendapatan untuk dirinya sendiri.

‘’Padahal penelitian membuktikan sebaliknya. Data dari world bank merilis, wanita menyisihkan pandapatannya untuk keluarga. Mereka memberikan fasilitas yang terbaik untuk anak,’’ bebernya.

Wanita adalah kunci dari penyelesaian masalah. Diharapkan wanita yang berpendidikan, punya kepedulian yang lebih besar bagi masyarakat umum. ‘’Misalnya dengan peduli terhadap lingkungan dan mau berbagi. Wawasannya dipakai untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat, menjadi sosok tangguh, berinisiatif, dan mampu memimpin membuat perubahan,’’ pungkasnya.(ar/ltd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here