KMBJ Minta KPK Periksa Dr Zul Terkait Penjualan Saham PT NNT

2 minutes reading
Thursday, 19 Apr 2018 11:08 0 182 Editor

JAKARTA, LOMBOKTODAY.CO.ID—Kesatuan Mahasiswa Bima Jakarta (KMBJ) dalam waktu dekat ini akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) berkaitan dengan kasus penjualan saham 6% PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Ketua KMBJ, Salahuddin menyampaikan bahwa dalam kasus penjualan 6% saham PT Newmont ini, belum ada upaya hukum yang dilakukan oleh pihak lembaga Penegak Supremasi Hukum, sehingga sekarang pihaknya dari KMBJ meminta KPK selaku lembaga rasuah anti korupsi, untuk segera menuntaskan kasus ini. ‘’Kami meminta agar segera tetapkan status hukumnya terhadap sejumlah nama-nama yang terindikasi terlibat dalam kasus penjualan 6% saham tersebut,’’ kata Ketua KMBJ, Salahuddin dalam keterangan pers yang dikirim ke Redaksi LOMBOKTODAY.CO.ID, Kamis (19/4).

Hal serupa juga disampaikan Korlap Aksi, Salahuddin Syaicona. Aksi yang digelar di depan KPK hari ini, Kamis (19/4), adalah bagian dari permintaan dirinya bersama kawan-kawan selaku putra daerah terhadap KPK untuk segera memeriksa beberapa pejabat terkait yang terindikasi terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut dia, Dr Zulkifliemansyah, selaku Komisaris PT AMNT yang menguasai saham mayoritas, mengetahui semua terkait persoalan penjualan saham tersebut. Maka untuk itu, KPK perlu memanggil dan memeriksa Dr Zulkifliemansyah tersebut.

Persoalan penjualan 6% saham DMB di NTB ini ada perbedaan data yang cukup jauh tentang jumlah penerimaan daerah dari penjualan saham PT DMB di PT NNT, perbedaan data antara Suryo dan Dirut PT DMB (Andi Hadianto) sekaligus sebagai Komisaris Independen di PT AMNT.

Arifin Panigoro merilis bahwa PT AMI membeli 82,2% saham PT NNT senilai 2,6 milliar dollar. Maka dengan sederhana dapat dihitung harga per 1% saham adalah 31,6 juta USD. Artinya, 6% saham yang dimiliki oleh PT DMB (NTB-Sumbawa dan Sumbawa Barat) setara dengan 189,8 juta USD, dengan nilai kurs 13.500 setara dengan 2,56 triliun.

Pada tanggal 2 November 2016 lalu, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) dan PT Amman Mineral Internasional (AMI) telah menandatangani Akta Pengalihan Saham, dimana MDB menjual 1.640.177 sahamnya dengan kepemilikan 24% di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), entitas asosiasi, dengan harga penjualan USD 400.000.000.

Dengan mengacu pada struktur kepemilikan saham 25% milik PT DMB pada PT MDB, maka semestinya PT DMB berhak memperoleh USD 100.000.000 atau equvalen dengan kurs 13.500, senilai 1,35 triliun. Namun keterangan Pemprov NTB menyebut bahwa nilai pembelian 6% saham milik daerah hanya 484 M, dan sisa deviden senilai 234 M.

‘’Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa selisih harga yang begitu tinggi, NTB harusnya menerima 2,56 T dalam versi medco dan atau 1,35 T dalam versi Bumi Resourches, dan kami menduga telah terjadi penyimpangan yang cukup luar biasa dan secara berjamaah dalam penjualan saham tersebut,’’ ungkapnya.(es/ar/bud/ltd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA