TGB Sampaikan Pesan Moderat pada Konkow Kebangsaan di Solo

JATENG, LOMBOKTODAY.CO.ID—Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH M Zainul Majdi menyampaikan pesan moderasi Islam saat Konkow Kebangsaan Alumni Al-Azhar, di Auditorium Hotel Alila Solo, Jawa Tengah, Selasa (01/5). Acara yang dihadiri sekitar 400 alumni Al-Azhar dari segala penjuru tanah air tersebut digelar sebagai rangkaian silaturrahim Akbar Alumni Al-Azhar dengan Grand Syaikh Al-Azhar.

KEYNOTE SPEAKER: Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menjadi keynote speaker pada acara Konkow Kebangsaan Alumni Al-Azhar, di Auditorium Hotel Alila Solo, Jawa Tengah, Selasa (01/5).

Gubernur NTB yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) ini diundang menjadi keynote speaker pada acara tersebut untuk menyampaikan best practise moderasi Islam di NTB. Sebab, NTB saat ini telah menjadi contoh bagi dunia dalam hal moderasi Islam dan kerukunan hidup antar umat beragama.

TGB sebagai Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menyampaikan, ketika berbicara tentang watoniah, maka sebetulnya adalah berbicara tentang nilai-nilai yang diajarkan dan ditanamkan oleh Al-Azhar kepada seluruh alumninya.

TGB mencontohkan, Abu Hasan Al-Asyari, merupakan tokoh Al-Azhar yang selalu menyelesaikan segala permasalahan atau friksi yang dihadapi umat melalui pendekatan rekonsiliasi. ‘’Terlepas dari perdebatan, tapi hadirnya beliau menyatukan potensi umat. Umat akan mencapai kemajuan apabila kita mampu mencapai titik rekonsiliasi,’’ kata TGB.

Alumni Al-Azhar, lanjut TGB, harus mampu tampil menghadirkan solusi. Yaitu menghadirkan pandangan yang moderat dan tidak menambah kegaduhan di tengah masyarakat. ‘’Dimanapun kiprah kita, harus berupaya untuk hadir dan membawa solusi,’’ ungkapnya sembari menjelaskan, Islam datang tidak membawa hadoroh, namun assalam, taaruf.

Peradaban yang dibangun menurut TGB adalah peradaban yang dibangun di atas fondasi kasih sayang. ‘’Yang pokok adalah menghadirkan peradaban damai, bukan peradaban perang dan konflik,’’ ujarnya.

Karena itu, TGB mengajak seluruh Alumni Al-Azhar untuk mengimplementasikan pemikiran-pemikiran moderat Al-Azhar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terutama untuk hal-hal yang dinilai berlebihan dalam kehidupan.

Maka, Alumni Al-Azhar dapat menjadi jembatan untuk menghadir pandangan dan pemahaman yang lebih mendamaikan. Kalau itu dilaksanakan dengan baik, kata TGB, maka ke-Islaman di Indonesia akan menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia. ‘’Ke-Islaman di Indonesia menjadi tawaran bagi bangsa-bangsa lain,’’ tukasnya.(dra/ltd)

Kirim Komentar

Leave a Reply