Silaturahmi dengan Umat Hindu, Gubernur NTB Cerita Kisah Al-Kemis

 

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menghadiri acara silaturahmi dalam rangka pelaksanaan acara dan upacara Hari Ulang Tahun Pasrama Tri Sula Weda ke-2.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah menghadiri acara silaturahmi dalam rangka pelaksanaan acara dan upacara Hari Ulang Tahun Pasrama Tri Sula Weda ke-2, di Lombok Barat, Senin (31/12). ‘’Saya memang senang membaca di sekolah,’’ kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

Di hadapan umat Hindu itu, Gubernur Zul menceritakan sebuah kisah, karya Paulo Colheo, yaitu kisah ‘’Sang Al-Kemis’’. Di mana ada seorang anak muda yang sesuai adatnya dalam menemukan kebahagiaan, ia harus bertemu dengan orang suci. Orang suci yang ia temui lanjutnya, ternyata merupakan seorang raja yang kaya raya tidak sesuai dengan ekspektasinya. Setelah mengantri selama dua jam untuk bertemu sang raja, akhirnya pemuda itu bisa mengungkapkan keinginannya. Menurut raja keinginan pemuda tersebut sangatlah mudah. Sang raja menyuruhnya menunggu karena masih banyak permasalahan krusial lain yang harus diselesaikannya.

Sembari menunggu, maka si pemuda diperbolehkan melihat-lihat istana raja tersebut, namun dengan dibekali dua tetes minyak zaitun yang harus dijaga olehnya. Setelah selesai berkeliling, sang pemuda kembali bertemu raja. Kemudian raja menanyakan kepadanya apa yang dilihatnya mengenai istana yang megah tersebut. Namun, si pemuda tidak bisa melihat keindahannya karena sibuk menjaga dua tetes minyak zaitun yang dibawanya dengan sendok tersebut.

Kemudian raja menyuruhnya kembali lagi untuk melihat-lihat. Dan setelah bertemu raja kembali, si pemuda menjawab pertanyaan raja dengan penuh rasa kagum. Namun, ia lupa bahwa minyak yang dibawanya tersebut sudah hilang. Penyebabnya, mungkin karena ia terlalu keasyikan menikmati istana itu.

Makna dari story tersebut adalah kunci sukses hidup itu sebenarnya sederhana. Seseorang tidak boleh mempunyai jarak psikologis dengan apa saja harus ditemui sapa, jelajahi, ekspor dan selami. Namun, pada saat yang sama tolong jagalah dua tetes minyak itu agar tidak jatuh dari sendoknya.

Gubernur Zul mengungkapkan, orang zaman sekarang sudah banyak sekali berkelana dengan jabatan dan pendidikannya yang tinggi. Namun, dengan jabatan tersebut belum tentu menghadirkan kedamaian. ‘’Saya juga bertemu dengan orang-orang yang hampa hidupnya, padahal harta jabatannya tinggi. Namun kurang mendapatkan kebahagiaan, karena tidak ada pencerahan bathin seperti yang kita hadiri sekarang ini,’’ ungkapnya.

Gubernur Zul menjelaskan pura sebagai tempat ibadah merupakan alternatif untuk mendapatkan keheningan agar mendapatkan kecerdasan otak dan kebahagiaan. Di akhir sambutannya, Gubernur Zul mengungkapkan akan ada beasiswa yang akan diberikan kepada anak-anak yang ekonominya kurang, dan pemberian ini tidak memandang suku dan agama.

Hadir dalam acara tersebut ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi NTB, ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, kepala Bidang Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama NTB, manggala organisasi Hindu (PSN, WHDI, Peradah, Prajiniti, Perpasram, KMHDI) Provinsi NTB, Manggala Krama Pura, kepala desa, keliang banjar.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply