Wagub NTB Resmikan Terminal Mandalika

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama Dirjen Perhubungan Darat, Irjen Pol Budi Setiyadi saat meresmikan terminal baru Mandalika.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama Dirjen Perhubungan Darat, Irjen Pol Budi Setiyadi meresmikan terminal baru Mandalika, Senin (14/1).

Peresmian ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq dan pengguntingan pita oleh Wagub Rohmi bersama Dirjen Budi Setiyadi. Terminal Mandalika yang berlokasi di Bertais Kecamatan Sandubaya dengan menghabiskan anggaran Rp 6,5 miliar, kini terlihat baru, bersih dan nyaman bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai daerah di NTB.

Pada kesemoatan itu, Wagub Rohmi menyampaikan beberapa arahan, di antaranya; meminta agar pengelola terminal bersama masyarakat untuk menjaga keberhasilan terminal ini. ‘’Saya ingin melihat, satu, dua, tiga tahun yang akan datang, apakah masih bersih seperti ini,’’ kata Wagub Rohmi.

Menurut Wagub Rohmi, Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah fokus pada program zero waste. Sehingga, di sudut-sudut kabupaten/kota di NTB, harus terlihat bersih dan jauh dari sampah.

Wagub Rohmi juga meminta agar keamanan menjadi atensi semua pihak. Karena, keamanan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan jasa transportasi umum.

Selain itu, yang menjadi perhatian Wagub Rohmi adalah kenyamanan lingkungan terminal, baik menyangkut ruangan maupun di tempat parkir. ”Kita nanti bisa melihat terminal ini, terminal hijau. Dengan tumbuhnya berbagai macam tumbuhan hijau, maka masyarakat akan semakin nyaman berada di terminal sambil menunggu waktu keberangkatan,’’ ungkapnya.

Poin terakhir Wagub Rohmi menyampaikan terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pemesan tiket. Melalui teknologi informasi yang berkembang saat ini, masyarakat akan semakin mudah memesan tiket.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan, NTB mendapat porsi anggaran lebih besar, yaitu Rp 6,5 miliar lebih untuk penataan terminal tersebut. Anggaran ini lebih besar dibanding provinsi lain di Indonesia yang rata-rata hanya mendapatkan sekitar Rp 2 miliar.

Selain transportasi umum untuk masyarakat, Kementerian Perhubungan juga akan melakukan pengadaan bus untuk para pelajar dan mahasiswa. ‘’Ini tergantung kebutuhan. Siapa yang meminta, kita akan adakan,’’ kata Budi Setiyadi.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar mau menggunakan transportasi umum. ‘’Kalau ingin sebuah kota mendapat pelayanan baik, maka minimal angkutan masal harus ada perhatian khusus dari pemerintah,’’’’ ungkapnya.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply