Wagub NTB: Jaga Lingkungan dan Jadilah Tauladan bagi Peserta Didik

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menghadiri kegiatan Pembinaan dan Rapat Koordinasi Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) se-NTB, di Gedung Teater Taman Budaya Mataram, Kamis (17/1).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap semester itu merupakan agenda rutin bagi kepala SMA se-NTB untuk membahas dan  mengkoordinasikan berbagai isu-isu strategis dan dinamika, khususnya di bidang pendidikan.

Wagub Rohmi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, HM Suruji terlihat sangat antusias dalam memberikan arahan. ‘’Alhamdulillah hari ini saya bisa bertatap muka dengan seluruh kepala SMA seluruh NTB. Peran bapak ibu sangatlah penting dalam membentuk generasi NTB ke depannya,’’ kata Wagub Rohmi.

Wagub Rohmi menyampaikan rasa terima kasih kepada pasangan Gubernur-Wagub NTB sebelumnya TGB-Amin atas jasa-jasa yang telah membawa NTB seperti yang dirasakan bersama saat ini. ‘’Alhamdulillah beberapa hari lalu, BPS merilis presentase kemiskinan di NTB turun sebesar 0,12 persen. Dari bulan Maret 2018 di angka 14,75 persen kemudian menjadi 14,63 persen di bulan September 2018. Prediksi Bappenas sendiri meleset, yakni angka kemiskinan di NTB sebesar 15,88 persen. Ini menunjukkan bahwa di masa TGB-Amin, pembangunan di NTB sudah on the track,’’ puji Wagub Rohmi.

‘’Kita harus optimis, karena NTB sudah sangat baik di 10 tahun terakhir. Pondasinya sudah kuat, optimisme ini bapak/ibu kepala sekolah bisa tularkan kepada anak-anak di sekolah,’’ sambungnya.

Wagub Rohmi juga mengajak hadirin untuk selalu mencintai pekerjaan sebagai pendidik. ‘’Tidak akan sulit ketika bapak/ibu mencintai pekerjaan ini. Masa SMA adalah masa yang sangat menentukan ke depannya anak-anak seperti apa. Dia akan masuk ke Perguruan Tinggi di mana ketangguhan, inisiatif anak-anak diuji dan semua tergantung anak tersebut. Apakah dia cinta dirinya sendiri atau tidak. Alhamdulillah, 14,63 persen ini membuat kita semua meyakini bahwa langkah-langkah yang dilakukan pemerintah sebelumnya tepat. ‘’Saya dan pak gubernur akan melanjutkan yang baik-baik dan yang belum sempat dilakukan akan kami lakukan,’’ ujarnya.

Wagub Rohmi juga mengajak agar hadirin menginstal aplikasi NTBCare untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Provinsi NTB. ‘’Kini sudah ada NTBCare, aplikasi yang bisa bapak/ibu download di playstore. Bisa menyampaikan hal-hal apa saja, agar masyarakat NTB dekat dengan pemerintah. NTBCare merupakan wadah masyarakat berkomunikasi dengan Pemprov dan Pemkab/Pemkot untuk kami tindak lakjuti,’’ paparnya.

Wagub Rohmi juga mengingatkan, NTB merupakan daerah rawan bencana, sehingga warganya harus memperhatikan kondisi lingkungan dengan serius dan mulai mengedukasi tentang Mitigasi Bencana. ‘’Yang menjadi stressing kita adalah tentang lingkungan. Potensi gempa, banjir, longsor semuanya bisa saja terjadi dan itu tergantung kita. Banyak daerah lain yang lebih parah dari kita, seperti Jepang, Fiji. Tetapi yang membedakan adalah mereka sudah paham, bahwa mereka hidup di daerah gempa. Kita harus bisa menyesuaikan bangunan kita, strukturnya harus baik. Jika gempa kita harus berbuat apa dan bagaimana. Bagaimana membuat masyarakat NTB paham, bahwa daerahnya daerah gempa. Yang harus kita lakukan adalah kita akrab dengan alam di NTB,’’ tegasnya.

‘’Tanggung jawab kita adalah bagaimana kita bisa memberikan edukasi. Bapak/ibu sudah harus mulai memasukkan edukasi tentang mitigasi bencana, agar anak-anak memahami bahwa daerah kita adalah daerah potensi gempa,’’ tambahnya.

Menjaga lingkungan tidak seperti membuat rumah atau membangun jalan yang sebulan dua bulan selesai. Menjaga lingkungan adalah sebuah gerakan dan gerakan ini tidak seperti membalikan telapak tangan. ‘’Saya sangat berharap kepada bapak/ibu tanamkan ini pada anak-anak kita. Tanamkan bahwa pengelolaan sampah sangatlah penting. Kita pilah sampah organik dan sampah anorganik. Kita juga ingin bank sampah ada di seluruh desa di NTB,’’ jelasnya.

Wagub Rohmi juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah SMA yang hadir untuk menjaga lingkungan sekolah dan menjadi teladan bagi peserta didiknya. ‘’Lingkungan sekolah seharusnya bersih dari asap rokok. Bapak/ibu sudah ditakdirkan untuk ditiru, jadi hal-hal yang prinsip untuk diteladani anak-anak harus dipegang betul. Bapak/ibu harus siap. Jika tidak siap, berarti tidak siap menjadi kepsek. Ini sesuatu yang sangat mulia,’’ tegasnya.

Ia sangat optimis bila semua mempunyai keinginan yang sama. Ia yakin ada proses evaluasi untuk meyakinkan seluruh SMA negeri bisa memberikan contoh di lingkungannya masing-masing. Maju tidaknya sekolah, tergantung dari para kepala sekolah. ‘’Mudah-mudahan Allah mudahkan ikhtiar-ikhtiar kita. bapak/ibu diberikan kesehatan dalan melaksanaka tugas oleh Allah SWT,’’ ungkapnya.

Senada dengan Wagub Rohmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, HM Suruji menyampaikan, salah satu agenda rakor kali ini adalah tentang lingkungan. ‘’Ada beberapa agenda yang akan kita bahas di pertemuan kali ini. Yang pertama adalah sosialisasi gerakan mencintai lingkungan, kemudian evaluasi dan persiapan pengirim siswa SMA ke Cina. Di dalamnya ada 1.700 yang menyatakan minat dan sudah diizinkan orangtuanya. Agenda berikutnya adalah mekanisme penerimaan mahasiswa baru dan peserta didik baru,’’ katanya.

Pembinaan dan Rakor kepala SMA Negeri se-NTB turut dihadiri segenap para pejabat dinas pendidikan Provinsi NTB.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply