Percepat Pembangunan Huntap di NTB, Pemerintah Tambah 1.500 Fasilitator dari TNI-Polri

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pembangunan rumah warga terdampak gempa di NTB. Upaya mutakhir yang ditempuh Gubernur dan Wagub NTB adalah menambah fasilitator dari unsur TNI dan Polri.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

Gubernur Zul mengatakan, sesuai petunjuk Pemerintah Pusat melalui BNPB, mengerahkan sebanyak 1.500 anggota TNI/Polri untuk membantu masyarakat NTB membangun rumah.

Anggota TNI/Polri tersebut dijadikan fasilitator tambahan yang akan bertugas mendampingi dan melayani masyarakat untuk mempercepat pembangunan rumah warga.

Kepastian penambahan 1.500 fasilitator tersebut setelah Gubernur dan Wagub NTB menggelar koordinasi dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (18/1).

Pada rapat yang juga dihadiri Bupati/Wali Kota yang memiliki daerah terdampak gempa itu, Gubernur Zul menegaskan, penambahan fasilitator itu merupakan upaya untuk menyeimbangkan pembangunan rumah dengan pencairan dana yang sudah mencapai Rp3,5 triliun itu.

Apalagi, rumah yang dibangun tidak lagi terpaku pada model rumah berbentuk Risa. Namun sudah diperbolehkan bangun rumah dengan model lain, yang penting tahan gempa.

Wagub Hj Rohmi menegaskan, sampai saat ini sudah dibangun sekitar empat ribu rumah oleh masyarakat. ‘’Rekening masyarakat yang sudah terisi sudah mencapai tujuh puluh persen. Jadi, memang tantangan kita adalah bagaimana menyeimbangkan jumlah rekening yang sudah masuk ini dengan kecepatan pembangunan huntap,’’ katanya.

Wagub Rohmi mengaku, proses pembangunan huntap itu sudah berjalan baik. Tinggal bagaimana semua pihak menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik.

Sementara Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan, dengan tambahan personil TNI/Polri yang banyak itu, dalam waktu tiga bulan, pembangunan rumah warga yang rusak ringan dan sedang dapat diselesaikan.

Ia meminta seluruh pihak untuk duduk bersama guna mendiskusikan langkah-langah percepatan itu. Kalau tidak, maka dikhawatirkan akan muncul masalah sosial lainnya. ‘’Kerahkan seluruh kemampuan. Tentunya atas bantuan pak Danrem dan Kapolda, termasuk tambahan personil dari BNPB,’’ katanya.

Doni berharap masyarakat bergotong royong membangun rumah. Sebab, partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan agar target pembangunan rumah selesai hingga Maret 2019.(dra)

Kirim Komentar

Leave a Reply